Showing posts with label Cinta. Show all posts
Showing posts with label Cinta. Show all posts

Thursday, 27 May 2010

Hujan

18 comments


Hujan itu selalu datang dengan semerbak
aroma ketika titiknya hampir menyentuh tanah. Basah dan bisa tercium baunya dengan brutal hingga menembus bulbus olfaktorius.

Meski begitu memikat, namun sayangnya, aku tak suka hujan.


Bagiku hujan sangat sangat menyebalkan

Saat aku harus memandangi atap rumah yang kian menganga ditimpa tumpahan air dari langit itu. Aku harus menyediakan begitu banyak ember agar kasur kami satu-satunya terselamatkan sehingga malam nanti masih bisa terlelap meski hawa lembab dan dingin menusuk sumsum.


Bagiku hujan menjadi sangat menyesakkan


Saat aku harus berdesakan dengan adik-adikku yang begitu ribut suaranya karena tak bisa bermain layang-layang diluar. Dan aku harus merelakan ketika mereka mulai mengambil buku tulisku, menggambar orang-orangan pada dinding ruangan kamarku, mengacak-ngacak hasil prakaryaku, bahkan membuka diaryku. Aku harus membiarkan mereka menjajah ruang privacyku yang sudah teramat sempit.


Bagiku hujan sering membuat aku benci.


Saat aku harus memakai seragam sekolah yang sama dengan hari kemarin karena baju seragamku yang hanya sebiji itu tak bisa kering bila ku cuci. Bisa kau bayangkan bagaimana malunya aku di sekolah dengan bau badan kecut melewati koridor demi koridor kelas untuk bisa sampai dengan selamat duduk di bangkuku tanpa tatapan kasihan ataupun dengusan jijik dari teman-temanku.

Bagiku hujan sering membuat aku repot.


Saat aku harus menahan menggigil kedinginan karena aku tak punya sweater atau secangkir coklat panas yang menghangatkan tubuhku. Membuatku harus merelakan uang jajanku untuk membeli obat di warung agar salesmaku tak sering kambuh.


Bila aku begitu membenci hujan, bagaimana mungkin aku bisa menari di tengah romantismenya lalu menatanya menjadi rangkaian puisi yang indah atau alunan kata nan merdu?


Oh ya, satu lagi…


Aku sangat tidak suka hujan


Ketika hujan selalu menjadi alasan acapkali kekasih hatiku tak datang kemudian memilih untuk menemui perempuan lain.






read more "Hujan"

Saturday, 22 May 2010

Ada banyak Hal yang Ingin Ku sampaikan Padamu

13 comments

Ada banyak hal yang ingin kubicarakan denganmu
Tentang hujan rintik, jam dinding, debu
Bahkan tentang kecoak yang kerap menyelinap diam-diam melalui ujung pintu kamarku
Tapi rasanya tak kan pernah cukup waktu untuk membagi semua cerita itu
Tiap hari selalu ada topik baru yang ingin aku cepat-cepat aku sampaikan padamu
Hingga waktu menjelang subuh

Aku membayangkanmu mengedik, tertawa garing, atau sekedar mencibir
Mungkin disana kamu sedang terkantuk-kantuk mendengar ocehanku yang tak jua usai
Aku takut kamu menjadi bosan hingga menguap berkali-kali melihat arah pembicaraan yang sebenarnya tak tahu ujung pangkalnya..

Ada banyak tanya yang ingin kusampaikan kepadamu
Tentang pagi, janji, mimpi dan warna pink yang kerap menyemburat di pipi
Bahkan aku ingin sekali bertanya tentang perempuan-perempuan yang acapkali membuat mataku membasah diam-diam
Tapi rasanya tak kan pernah cukup keberanian untuk meluluhkan ego bahwa aku kadang juga merasa sangat cemburu.

Ada sebentuk janji disini, ada segenggam rindu di hati

Tuhan, tolong jaga hati dan raganya disana untukku….


read more "Ada banyak Hal yang Ingin Ku sampaikan Padamu"

Monday, 10 May 2010

Kisah Cinta Alter dan Jane

15 comments
Kalau boleh memilih, pastilah Alterina Hofan (31) akan memilih menjadi lelaki tulen yang gagah dan macho mirip Ade Rai serta wajah seganteng Ade Rai.

Namun Tuhan berkehendak sedari lahir Alter harus mengidap syndrom klinefelter. Ciri-ciri pengidap klinefelter adalah pertumbuhan tubuh yang abnormal, payudara tumbuh, tak punya rahim dan vagina, namun memiliki penis kecil.


Coba bayangkan,


Harus menjalani hidup seperti apa si Alter ini. Pilihan yang sulit untuk menentukan gender apa yang harus ia lakoni. Mau pilih jadi perempuan, dia tak punya vagina dan rahim. Sementara untuk memilih menjadi laki-laki ia tak normal seperti layaknya laki-laki pada umumnya.


Alter bukanlah mirip bencong yang sengaja menjalani operasi kelamin padahal nyata-nyata ia memiliki tubuh dan alat reproduksi sebagai lelaki.

Dan saat si Alter memilih untuk menjatuhkan menjalani hidup sebagai laki-laki kemudian menikahi Jane Deviyanti Hadipoespito (21), salah seorang Putri CEO Perguruan Tinggi Swasta di Jakarta, iapun mulai dihujat, dihakimi, diperkarakan dan diragukan kelelakiannya dengan tuduhan memalsukan identitas.

Cinta Jane dan Alter dianggap basi dan melanggar aturan. Bahkan ada yang menyebutnya cinta terlarang. Memang sih, ketika lahir akte kelahiran Alter adalah perempuan. Itu disebabkan karena ibu si Alter sendiri kebingunan apa jenis kelamin anaknya.


Ibunya menjadikan perempuan, tapi Alter sendiri menolak. Ia tak suka mengenakan rok, main boneka atau tertarik dengan perempuan. Pertumbuhannya pesat bak seorang lelaki, namun ia berpayudara.

Pada tahun 2006 Alter menjalani operasi pengangkatan payudara. Pengadilan negeri Papua akhirnya mengesahkan dia sebagai lelaki. Karena dari hasil pemeriksaan laboratorium, di dalam tubuh Alter terdapat kromosom Y selain ada kromosom X juga.

Keputusan Pengadilan Tinggi Papua inilah yang akhirnya menimbulkan masalah di kemudian hari karena menurut pemeriksaan Laboratorium yang lain menyebutkan bahwa dalam tubuh Alter hanya ada kromosom X.


Alter menikahi Jane pada tahun 2008 di Las Vegas.
Jane, seorang gadis tuna rungu mencintai Alter, namun pernikahannya tak mendapat restu orang tuanya, terutama ibunya yang mati-matian memisahkan cinta mereka meski mereka sudah menikah sekalipun.

Saat ini Alter sedang ditahan di Rutan Pondok Bambu, yang notabene adalah Rutan untuk Napi Wanita. Alter sebenernya gak terima, dan di sana ia ditempatkan disalah satu ruang khusus sampai adanya hasil Laboratorium dari Kepolisian yang menegaskan apakah ia seorang laki-laki ataukah perempuan.


Jane berjuang untuk suaminya. Iapun mulai menggalang gerakan Facebooker yang saat ini telah mendapatkan dukungan mencapai 5 juta lebih. Tak hanya itu, Jane juga meminta Komnas Ham membantu menyelesaikan kasusnya untuk membebaskan suami tercintanya.

Tindakan Jane cukup beralasan, karena Alter bukanlah seseorang yang ganti kelamin ataupun bencong. Tapi dia adalah lelaki transgender. Jane mecintai Alter sedemikian rupa. Meski rintangan apapun menghadang mereka Jane tak pernah gentar memperjuangkan cintanya.

Kenapa sih?

Apa yang salah bila 2 orang saling mencintai kemudian menginginkan bersatu dan hidup bahagia?

Kalau orang-orang di sekitar menolak orang seperti Alter, lalu kemana mereka akan hidup.
Seorang seperti Alter juga berhak hidup, berhak bahagia, berhak mencintai dan dicintai. Alter dan Jane berhak atas cinta sejati mereka.



read more "Kisah Cinta Alter dan Jane"

Monday, 8 February 2010

ABG = Bodoh?

15 comments

Jadi ceritanya begini Black Community…

Beberapa waktu yang lalu saat saya googling image untuk sebuah postingan, saya membaca sebuah postingan yang membahas tentang gaya pacaran ABG. Dalam artikel tersebut dikatakan kalo si cewe itu “rela” melakukan apapun demi cintanya ke cowo.

Buat saya yang menarik bukan cuma artikel dalam postingan itu, tapi justru komentar-komentar dibawahnya.

“ABG jaman sekarang, mauuuuu aja dibodoh-bodohin ya?”

“ Sebagai orang tua, aku hanya mengurut dada melihat tingkah polah ABG jaman sekarang”

“Dasar ABG, belum juga nikah udah mau diperlakukan begitu.”

“bla…bla…bla”

Alamak…..Aneh dweh!!

Kayak mereka engga pernah muda aja!

Kesannya rata-rata menjustifikasi, kalo remaja itu begitu bodoh mendefinisikan arti cinta dan begitu gampangnya dibodoh-bodohin.

Bukannya saya membenarkan gaya pacaran ABG itu, tapi yang pada komen itu lho..

Namun bukankan Cinta memang begitu? Kadang bisa membuat orang bisa menjadi bodoh? Gak peduli berapa usianya, strata sosial dan tingkat pendidikan.

Lihat aja, banyak banget wanita yang terpedaya oleh tipu muslihat lelaki sampe rela menyerahkan harta, kariernya hancur hanya demi satu alasan klasik : Cinta….*alah*

Saya jadi inget tentang sebuah kisah masa lalu…tentang seseorang yang begitu dekat, seperti halnya Djarum Black Slimz dengan sensasinya

Entah itu sebuah cinta atau obsesi belaka, tapi yang pasti saya suka banget pada seorang lelaki yang usianya lebih dewasa (gak enak nyebut lebih tua bo!) 10 tahun dari saya.

Sungguh, saya amat tergila-gila padanya, bercita-cita: Suatu saat saya akan menikah dengannya..dan dengan bangganya menyandang status ‘Nyonya Ayu XYZ’ dibelakang nama saya…..weleh…

Gila!!! Sebegitu parahnya…

Orang-orang disekitar saya semua pada bilang, kalo saya ini bodoh banget dan mau aja dibodoh-bodohin. Mana ada lelaki yang usianya jauh lebih dewasa begitu serius mencintai anak ABG macam saya. Paling dia cuman sekedar iseng-iseng aja..cuma main-main aja…bukan cinta!!

Saya membelanya mati-matian…

Bahwa dia memang benar-benar cinta sama saya, dia berbeda dengan lelaki pada umumnya. Sebuah penyangkalan hati nurani, yang sebenarnya saya sendiri juga membenarkan keraguan itu.

Benarkah dia serius suka sama saya?

Padahal sebenernya saya sendiri merasa, bahwa tak ada satupun dari sikapnya yang pernah menunjukkan bahwa ia memang benar-benar serius suka dengan saya.


Dia sebenernya juga lebih sering menganggap saya ini ABG dengan cinta yang bisa berubah-ubah setiap saat, bahwa perasaan cinta saya kepadanya tak lebih dari rasa obsesi dan imajinasi yang tercipta dari perempuan yang usianya masih sangat muda untuknya…

Ironis…

Entah kenapa, keraguan itu tertutupi dengan rasa naïf saya yang begitu besar…hingga penyangkalan itu berujung pada rasa : bahwa saya takut kehilangan dia

Pun ketika kemudian dia menikah (yang celakanya ternyata bukan dengan saya), teman-teman saya mulai mencibir dan bilang

“Tuh kan apa gue bilang juga apa! Lu sih kalo dbilangin suka ngeyel..”


Hmmmm….

Saya jadi mikir, apa bener sih dimata orang Dewasa, ABG itu begitu bodoh dan gampang dibodoh-bodohin? Ataukah Cinta itu sendiri yang bodoh?





read more "ABG = Bodoh?"

Tuesday, 5 January 2010

Persahabatan Bagai Kedondong

10 comments

Dalam beberapa buku seperti Refrain dan Titik Temu Tiga Hati, sering menceritakan unik dan menariknya tentang sebuah persahabatan.

Gak cuma dalam buku saja lho Black Community? Dalam sinetron Diary Angel-pun juga menceritakan kisah yang sama tentang sebuah makna persahabatan. Dalam sebuah persahabatan tak hanya mengandung makna sebuah pertemanan rasa yang erat, tapi mengendap sebuah persaingan diam-diam yang terjadi tanpa sadar atau sadar dari sebuah persahabatan.

Tak dapat dipungkiri, bahwa sahabat, selain sebagai teman curhat terbaik, teman setia, teman jalan yang mengasyikkan, Sahabat adalah pesaing utama. Dalam setiap persahabatan selalu akan selalu ada konflik yang muncul. Konflik yang muncul itu biasanya dipicu oleh sebuah persaingan diam-diam yang terjadi diantara sahabat.

Salah satu kasus (dan ini paling sering terjadi) adalah ketika 2 sahabat menyukai cowo yang sama atau menyukai cewe yang sama. Mereka akan berusaha merebut simpati dari cowo atau cewe tersebut dengan cara apapun. Tak jarang, persahabatan jadi dingin atau hancur “hanya” karena persoalan cinta.

Padahal mereka sebelumnya sudah berikrar bahwa tak ada satupun ada yang mampu menghancurkan persahabatan. Seperti Djarum Black, yang setia menemani hari-hari layaknya seorang sahabat.

Tak jarang sahabat “menusuk” dari belakang dengan mengkhianati pacaran diam-diam di belakang tanpa mengaku. Pintar bersandiwara dan menyembunyikan semua pengkhianatan yang didasari atas nama cinta. Cinta emang gak salah sih, semua bisa jadi benar manakala perasaan cinta mengalahkan logika.

Mengapa ya, hal kaya gitu lebih sering terjadi?

Sebenarnya itu manusiawi dan wajar kok karena kita bisa berteman dan bersahabat biasanya didasari atas persamaan kepentingan, hobby, selera, kesukaan dan prilaku kita. Meski kelihatan dari luar dua orang individu lain sifatnya tapi sebenernya mereka ada salah satu pemikiran yang cocok, yang sreg yang membuat mereka bertahan dalam suatu ikatan persahabatan.

Namun, kita kadang lupa, persamaan kepentingan dan selera itulah yang membawa 2 atau lebih orang sahabat secara tidak langsung juga mempunyai stereotype yang sama dalam memandang orang yang disukainya.

Sehingga, pada saat salah satu sahabat jatuh cinta kepada seseorang, yakin deh, 90 % sahabatnya pada saat yang sama dalam hati juga akan berkata, “ lho, kok selera kita sama ya? Aku juga suka lho dengan type-type orang kaya gitu.”

Meski sering terjadi hal-hal seperti itu, namun tak semua sahabat berpotensi untuk menjadi pengkhianat. Karena meski ia suka dengan type seseorang yang sama, ada sahabat yang mampu meredam emosi dan memilih untuk menjauh dan mencari seseorang yang lain diluar orang yang disukai sahabatnya. Ia memilih untuk selalu mendukung dan membantu sahabatnya untuk mencapai apa yang diinginkan.

Dunia tak selebar daun kelor, begitu banyak cewe dan cowo yang berseliweran di jagat raya ini. Yang mempunyai stereotype yang sama, lengkap dengan segala kelebihan dan kekurangannya.

Jadi gak ada alasan kan untuk mengkhianati sebuah persahabatan hanya demi merebut perhatian pacar atau gebetan sahabatnya?



read more "Persahabatan Bagai Kedondong"

Monday, 28 December 2009

Lelaki Imajiner

9 comments


Dear Bebek,


Apa kabarmu? Lama banget kita gak pernah saling menyapa? Biasanya sih setiap kamu ada kamu selalu nggodain aku sampai aku kadang kesel (tapi seneng).

Kamu tahu kan Bek, sekarang aku sudah punya pacar. Tuh kan aku bisa punya pacar. Meski pacarku adalah saudara kamu sendiri.

Aku melihat kamu pada dia, caranya bicara, senyumnya, bibirnya, matanya.

Terlalu sering bersamanya, membuatku semakin tersiksa. Karena yang aku lihat dalam dirinya adalah kamu.

Saat dia bilang sayang dan cinta ke aku, aku justru di dera perasaan bersalah yang dalam.

Aku sebenarnya tak ingin menyakitinya, sama seperti kamu menyakitiku
Tapi Bek, Kamu tahu kan?

Aku tak mungkin bersamanya, karena suatu saat nanti aku akan meninggalkannya
Sama seperti kamu meninggalkan aku.

Bukan karena aku mendendam sama kamu Bek,

Tapi setelah kamu pergi, aku merasa kehilangan semangat dan sangat lelah mengejar imajinasiku menjadi suatu kenyataan.

Kadang aku kesal, kenapa sih kamu lebih suka menyebut dirimu dengan Lelaki Imajiner? Dan kamu adalah bagian dari imajinasi seorang perempuan yang berusia 10 tahun lebih muda?



Dear Bebek,

Mungkin memang lebih baik aku begini, dan kamu begitu

Dan seharusnya memang aku begini saja dan kamu tetap begitu

Aku tak mungkin terus menerus begini. Aku tak mungkin terus membiarkan kamu menjelajahi imajinasiku.

Do’a kan ya Bek, suatu saat aku menemukan seseorang yang lebih baik daripada kamu..

Ya suatu saat nanti…



read more "Lelaki Imajiner"

Thursday, 17 December 2009

Meski Sebatas Mimpi

25 comments


Lelaki itu yang kemudian melukis langkahnya menyebrangi mimpi.
Hingga ia berada dalam sebuah kejujuran yang luar biasa,
melampaui sejuta rangkum puisi, nada dan angin.

Dalam lelahnya,
akhirnya ia mengetahui apa yang ia inginkan dalam hidupnya.
Kemudian terlelap, bahkan dalam tidurnya ia tampak tersenyum.


Aku ingin menjadi jingga di bahunya.
Meretas setiap peluh yang menetesi setiap langkahnya.
Mengusap dan berbisik tentang sebuah rindu yang terbuhul begitu lama.


Dalam batas ketidak berdayaanku
aku melihatnya seperti sekelebat bayangan melintas,
yang mampu kunikmati sebatas hembusan bayu.


Aku mohon,
Jangan pernah lepaskan aku dari hasratmu,
meski aku harus rela berada dalam baris akhir di setiap gurat mimpimu.
Tanganku tak pernah sampai meraihmu,
meski kau tak pernah berhenti mengulurkan tanganmu.


Aku tak tahu jenis kemalangan apa yang menimpaku,
hingga aku terlunta tanpa sarana menghubungimu.
Mungkin matahari lupa mengingatkan tentang pagi yang mulai bersolek.
Atau perubahan jadwal perputaran siang menjadi malam.
Namun aku ingin tetap berada dalam detik ribuan
bahkan milyaran waktu bersamamu.


Meski sebatas elusan embun, aku mencintai lelaki itu.

Aku melukis bulu matanya setiap senja,
menjadi sebuah lengkung senyum.
Kemudian ku usap lembut.
Tersapu anak angin membelainya.


Aku ingin menjadi malam dilangit-langit kamarnya.
Mendengar keluhnya saat asanya mengabur
atau ia berada dalam kelelahan melukis dalam studio.
Menemani dalam setiap mimpinya tentang sebuah kubah cinta.
Meski untuk itu aku harus menahan ribuan panah di tanganku.


Aku mohon,
jangan tinggalkan harapan tuk kemudian ditanggalkan,
kemudian berucap : “Carilah yang lain dariku, masih banyak yang lebih baik dariku.”

Aku akan hancur.

Aku hanya ingin membawakan segelas air putih dengan obat flu ditanganku. Tolong, jangan katakan ini terlalu tinggi
atau ini hanyalah sebuah harapan imajiner.


Namun aku percaya,
di dunia yang serba selluler ini,
aku berada dalam kelegaan yang luar biasa,
melebihi satu titik kulminasi berkumpulnya awan, hujan dan bintang.
Rasakan perasaanku yang bergerak bersama alam untuk menyapamu.


Bergerak seiring waktu berlalu.



For Someone who always I miss him.





read more "Meski Sebatas Mimpi"

Wednesday, 16 December 2009

Sekarang atau 10 Tahun Lagi

14 comments

Aku mencintai lelaki itu.

Meski di mata orang lain dia biasa-biasa saja, namun untuk membuatnya menjadi seseorang yang berarti di mataku dia tak harus menjadi apa-apa. Meski dia hanya sekelebat dan mampu kunikmati hanya sebatas bayangan

Lelaki itu memberiku perasaan nyaman untuk menjadi diri sendiri, melihatku apa adanya. Seakan aku sempurna.

Mengobrol dengannya membuatku betah berjam-jam tanpa tahu juntrungannya kemana, tak penting topik pembicaraan apa, tak masalah pembahasannya tak bermutu, tak penting konklusinya seperti apa. Obrolan yang terekam kuat dibawah alam sadar, membuat aku tersenyum-senyum sendiri saat mengenangnya dengan becandaan sedikit kering dan garing.

Ketika ia memberi sedikit cinta, kasih dan harapan, aku merasa menjadi seseorang yang menengadah ke langit untuk memintanya memberi saya lebih dan lebih lagi. Dan bagai rasa lapar yang tak pernah terpuaskan, meski aku mengkonsumsi berulang-ulang, tetap saja merasa rakus untuk tak pernah berhenti keinginan mengkonsumsi.

Meski untuk menikmati itu semua aku harus rela dan sabar menunggu waktunya bersaing dengan segala rutinitas, kesibukan pekerjaan, kepentingan yang lebih urgent dalam hidupnya.

Aku mencintai lelaki itu secara agape, memujanya sebagai seseorang yang ku impikan secara sempurna di mataku. Bukan sosok yang ganteng maut atau sosok yang gagah pemberani, tapi menjadi biasa-biasa namun cukup berharga di mataku. Mencintainya sebagai sosok obsesivitas sebuah angan tentang ksatria hati.

Bukannya aku tak pernah mencoba merepih perasaan terdalam di hati, ketika kemudian aku mencoba menuliskan daftar berbagai keburukannya dalam kotak ingatan.

Setiap kali, aku mengurai satu persatu mana sifat yang membuatku sanggup membencinya, aku hanya mampu menahan butiran bening yang mengumpul di pinggiran kelopak untuk tak mengembang dan jatuh membasah.


Lidahku kelu mencari padanan kata yang tepat untuk hanya sekedar berkata bahwa: AKU TAK SANGGUP MEMBENCINYA

Barangkali saat ini dia hanya memandangku sebagai seseorang dengan selisih usia 10 tahun lebih muda, dengan segala kekaguman di masa pubertas yang tumbuh secara wajar kemudian mencapai sebuah titik kulminasi kemudian perlahan menghilang dan terlupakan.

Aku tak tahu, aku juga tak pintar mencerna sebuah perasaan menjadi logika

Barangkali juga 10 tahun mendatang aku akan memandang perasaan ini sebagai sebuah memori yang indah, yang hanya merupakan penggalan kisah dalam waktu. Yang kemudian akan tergantikan oleh perjalanan lembaran kehidupan baru.

Aku tak mengerti, aku juga tak pandai mendiksikan sebuah kemungkinan menjadi kenyataan.

Namun bagaimana caranya agar aku melintasi waktu untuk bisa menuju 10 tahun mendatang dengan pemikiran seperti itu? Sedang mendaki hari berganti esok saja adalah perjalanan hati yang terlampau panjang dan melelahkan tanpa sedetikpun memikirkannya.

Sekarang atau 10 tahun lagi bukanlah hal yang mudah untuk mengusap perasaan tentangnya menjadi sebuah perasaan yang “biasa” saja.

Aku benar-benar tak tahu, mungkin 10 tahun lagi perasaanku pun tak berubah.

Aku tetap mencintai lelaki itu.




For someone who always I miss him





read more "Sekarang atau 10 Tahun Lagi"

Monday, 23 November 2009

Masih Tentang Kamu

14 comments

Ternyata kamu masih jadi sumber inspirasiku

Maaf sebelumnya,
Jika aku mengungkapkan hal ini padamu, selalu dan selalu
Aku tak pernah sanggup untuk menahan perasaanku
Tak pernah sanggup untuk membohongi diri sendiri untuk tidak berkata bahwa aku mencintai kamu
Mencintai mu hingga merasup dalam sumsum tulangku
Menyatu dalam aliran darah dan hembusan nafas
Sekarang bila peranmu seperti itu, apakah aku sanggup menghilangkanmu dalam hidupku
Menghilangkanmu sama artinya membunuh nafasku.
Melupakanmu sama artinya mencabut tiga perempat nyawaku


Memikirkanmu seperti mengkonsumsi candu,
Selalu teradiksi untuk menambah dan meningkatkan kadar dosisnya
Bila tak ada kamu, aku menjadi sakau,
Ketagihan dan tak mampu berpikir atau melakukan apapun.
Tulisanku menjadi kering, tak bernyawa,
Semangatku raib, tanpa ada setitik gairah.


Salahku sendiri, selama ini aku terlalu menggantungkan perasaanku padamu
Mungkin lebih mudah bagiku seandainya aku tak diberi perasaan cinta yang terlalu besar padamu
Perasaan yang aku sendiri tak pernah mengira menjadi sebesar ini.
Bukannya aku tak berusaha untuk berhenti dari kecanduan rasa ini
Aku selalu mencari substitusi atas kehadiranmu.
Namun hingga kini aku tak pernah menemukannya, semua tak pernah sama saat sepertimu,
Kamu terlalu pintar di mataku, kamu pintar menyenangkan hatiku.


Katakan padaku, bagaimana aku harus menghentikan kecanduan ini?





read more "Masih Tentang Kamu"

Friday, 13 November 2009

Bandung Lautan Mimpi

13 comments
Memandang langit penuh serpihan mimpi
Terpekur tanpa sanggup meneteskan airmata lagi
Kelu saat berucap selamat tinggal harapan
Yang terbangun dalam kurun waktu setahun
Hancur berkeping tak bersisa
Menggenggam 2 tiket pesawat kedaluarsa
Tak kuasa menatap rentetan foto, kenangan dan asa
Beruntung teringat bahwa hidup ini bukan milik diri
Maka tak layak bila diakhiri karena mimpi yang tak bertepi


Beberapa waktu lalu, tepatnya setahun yang lalu, saya pernah punya mimpi bahwa kelak jika saya lulus sekolah saya akan menelisik kota Bandung dan keindahannya. Bukan sekedar untuk mengejar sebuah cita-cita, tetapi ada sesuatu yang menggebu di hati saya untuk tentang suatu harapan yang saya susun satu persatu menjadi kubah kekuatan cinta yang mampu menentang segala halangan.



Mimpi saya tentang Gedung Sate, gedung itu banyak penjual satenya atau bentuknya seperti sate. Namun ternyata Gedung kebanggan urang Bandung itu hanya ornament yang berbentuk tusuk sate pada ujung menaranya. Indah, bagus dan unik. Mimpi saya berjalan menyusuri halaman gedung atau hanya sekedar memandangnya dari kejauhan





Mimpi saya tentang Factory Outlet, bertebaran dimana-mana mirip pasar besar yang menjual fashion yang cukup berkualitas. Ternyata Factory Outlet bukanlah mirip kualitas pasar, namun toko fashion kecil yang tertata apik, chic, manis dan fashionable. Mimpi saya sebagai untuk menjadi cantik, memakai baju up to date mirip mojang Priangan yang geulis-geulis.





Mimpi Saya tentang sepanjang Jalan Dago, menyusuri sebuah jalan yang ramai dengan lalu lalang orang, menikmati surga belanja dengan fashion outlet bertebaran di kanan kiri jalan, mengecap nikmatnya kuliner yang dijajakan sepanjang jalan.




Mimpi saya tentang lapangan Gasibu, menikmati konser music saat tertentu, minggu pagi jogging atau sekedar cuci mata melihat cara sehat bangun pagi dan menikmati sarapan di pinggir lapangan, duduk di sepanjang emper lapangan.




Mimpi saya tentang pusat buku palasari, memuaskan kehausan saya akan buku murah, bacaan yang bermutu, kualitas ilmu. Berburu buku dari penulis favorit dengan mencari harga diskon termurah.







Mimpi saya tentang Jalan Braga, menyusuri Bandung masa lalu, meloncat ke masa lalu bak Quantum Leap. Memandang lukisan dari seniman yang dipajang di jalan, ke dunia Vintage yang kelihatannya begitu mengasyikkan.





Mimpi saya tentang Museum Konferensi Asia Afrika, menyurusi jejak sejarah masa lalu. Keindahan tentang keberanian mengurai pendapat dan suara tentang persatuan, perundingan dan perdebatan.





Mimpi saya tentang Jalan Cihampelas, saat saya membutuhkan busana casual, jeans berkualitas produk local tak kalah dengan Levis atau Lee Cooper. Harga terjangkau, sesuai dengan kantong mahasiswa miskin yang merantau di tanah seberang.





Mimpi saya tentang Pantai Pangandaran, menyusuri buih kecilnya di sepanjang pasir di akhir pekan. Saat kepenatan akan masalah hidup selama seminggu, di refresh dengan tiupan angin menerbangkan anak rambut hingga sedikit berantakan.

Semua mimpi saya tentang perjalanan cinta yang begitu mengasyikan, mendewasakan, mendidik dan menjadikan saya wanita yang teramat beruntung di dunia.

Kini saya berdiri di tepian mimpi itu, menatap serpihan-serpihannya yang tinggal berukuran seperdiamikron, lenyap dan kemudian terbang dituip angin hingga tercerai berai. Saya tahu, saya tak kan pernah mampu membangun kembali mimpi itu tanpa kamu.

Mimpi-mimpi tentang Bandung bak sebuah film yang dejavu yang bisa diputar kapan saja, namun saya tak pernah menjadi peran utama dalam mimpi-mimpi saya sendiri, saya hanyalah sekedar figuran tak berarti dan kemudian bakal dilupakan seiring berjalannya waktu….


For someone who always I miss him


read more "Bandung Lautan Mimpi"

Blog Archive

 

Beauty Case Copyright 2009 Fashionholic Designed by Ipietoon Blogger Template Sponsored by web hosting