Wednesday, 16 December 2009

Sekarang atau 10 Tahun Lagi



Aku mencintai lelaki itu.

Meski di mata orang lain dia biasa-biasa saja, namun untuk membuatnya menjadi seseorang yang berarti di mataku dia tak harus menjadi apa-apa. Meski dia hanya sekelebat dan mampu kunikmati hanya sebatas bayangan

Lelaki itu memberiku perasaan nyaman untuk menjadi diri sendiri, melihatku apa adanya. Seakan aku sempurna.

Mengobrol dengannya membuatku betah berjam-jam tanpa tahu juntrungannya kemana, tak penting topik pembicaraan apa, tak masalah pembahasannya tak bermutu, tak penting konklusinya seperti apa. Obrolan yang terekam kuat dibawah alam sadar, membuat aku tersenyum-senyum sendiri saat mengenangnya dengan becandaan sedikit kering dan garing.

Ketika ia memberi sedikit cinta, kasih dan harapan, aku merasa menjadi seseorang yang menengadah ke langit untuk memintanya memberi saya lebih dan lebih lagi. Dan bagai rasa lapar yang tak pernah terpuaskan, meski aku mengkonsumsi berulang-ulang, tetap saja merasa rakus untuk tak pernah berhenti keinginan mengkonsumsi.

Meski untuk menikmati itu semua aku harus rela dan sabar menunggu waktunya bersaing dengan segala rutinitas, kesibukan pekerjaan, kepentingan yang lebih urgent dalam hidupnya.

Aku mencintai lelaki itu secara agape, memujanya sebagai seseorang yang ku impikan secara sempurna di mataku. Bukan sosok yang ganteng maut atau sosok yang gagah pemberani, tapi menjadi biasa-biasa namun cukup berharga di mataku. Mencintainya sebagai sosok obsesivitas sebuah angan tentang ksatria hati.

Bukannya aku tak pernah mencoba merepih perasaan terdalam di hati, ketika kemudian aku mencoba menuliskan daftar berbagai keburukannya dalam kotak ingatan.

Setiap kali, aku mengurai satu persatu mana sifat yang membuatku sanggup membencinya, aku hanya mampu menahan butiran bening yang mengumpul di pinggiran kelopak untuk tak mengembang dan jatuh membasah.


Lidahku kelu mencari padanan kata yang tepat untuk hanya sekedar berkata bahwa: AKU TAK SANGGUP MEMBENCINYA

Barangkali saat ini dia hanya memandangku sebagai seseorang dengan selisih usia 10 tahun lebih muda, dengan segala kekaguman di masa pubertas yang tumbuh secara wajar kemudian mencapai sebuah titik kulminasi kemudian perlahan menghilang dan terlupakan.

Aku tak tahu, aku juga tak pintar mencerna sebuah perasaan menjadi logika

Barangkali juga 10 tahun mendatang aku akan memandang perasaan ini sebagai sebuah memori yang indah, yang hanya merupakan penggalan kisah dalam waktu. Yang kemudian akan tergantikan oleh perjalanan lembaran kehidupan baru.

Aku tak mengerti, aku juga tak pandai mendiksikan sebuah kemungkinan menjadi kenyataan.

Namun bagaimana caranya agar aku melintasi waktu untuk bisa menuju 10 tahun mendatang dengan pemikiran seperti itu? Sedang mendaki hari berganti esok saja adalah perjalanan hati yang terlampau panjang dan melelahkan tanpa sedetikpun memikirkannya.

Sekarang atau 10 tahun lagi bukanlah hal yang mudah untuk mengusap perasaan tentangnya menjadi sebuah perasaan yang “biasa” saja.

Aku benar-benar tak tahu, mungkin 10 tahun lagi perasaanku pun tak berubah.

Aku tetap mencintai lelaki itu.




For someone who always I miss him





14 comments on "Sekarang atau 10 Tahun Lagi"

Itik Bali on 16 December 2009 at 21:16 said...

:n:

Itik Bali on 16 December 2009 at 22:06 said...

ternyata emoticonku bisa :c:

Clara on 16 December 2009 at 22:15 said...

kata orang cinta pertama itu nggak bisa dilupakan sampe kapan pun...

Clara on 16 December 2009 at 22:15 said...

yes aku dapet ke 3 ^^

Fajar on 16 December 2009 at 22:21 said...

ketika cinta sedang melanda dihati...segalanya terasa indah...ehmmmmm.....

Munir Ardi on 16 December 2009 at 23:55 said...

Apa kabarmu duhai cinta pertama ceritakanlah selepas ku pergi, wah baca entri ini jd bernostalgia deh

Itik Bali on 17 December 2009 at 00:04 said...

@ all : ini bukan tentang cinta pertama, ini tentang perasaan saya kepada seseorang

Aditya's Blogsphere on 17 December 2009 at 00:42 said...

ya ampun tik....wes kamu tak jadikan pacar q wae,,,,,eman2 klo km sedih terus.....

Aditya's Blogsphere on 17 December 2009 at 00:43 said...

ngomong2 aq ngintip page source km.......

-Gek- on 17 December 2009 at 06:07 said...

:j:
Sekarang atau 10 tahun lagi, tetaplah menggenggam mimpimu dik, jodoh ndak lari kemana toh?

*hug

Anonymous said...

:a: itu emoticon apan ya.. sakit mata kah?

Anonymous said...

:c: ini juga apa ya? pasti alisnya abis dipotong... who am I, hahahhahhhhhh pasti tau lah siapa aku, karena aku ini lelaki yang tercipta dari sebuah imajiner seorang perempuan yang berusia 10 tahun lebih muda dari aku..

Noor's blog (inside of me) on 17 December 2009 at 13:12 said...

10 tahun lagi ? kelamaan non...nanti incerannya keburu dipatok ayam he..he

anindyarahadi on 18 December 2009 at 17:17 said...

apa ini tentang orang lain?


aku juga pernah merasa begitu saat kelas 1 SMA, 14tahun waktu itu... tapi tetap ada label monyet :j:

Post a Comment

Thank for dropping comment here
Please do not make spam comments
Because spam comments will be removed

Blog Archive

 

Beauty Case Copyright 2009 Fashionholic Designed by Ipietoon Blogger Template Sponsored by web hosting