Thursday, 17 December 2009

Meski Sebatas Mimpi




Lelaki itu yang kemudian melukis langkahnya menyebrangi mimpi.
Hingga ia berada dalam sebuah kejujuran yang luar biasa,
melampaui sejuta rangkum puisi, nada dan angin.

Dalam lelahnya,
akhirnya ia mengetahui apa yang ia inginkan dalam hidupnya.
Kemudian terlelap, bahkan dalam tidurnya ia tampak tersenyum.


Aku ingin menjadi jingga di bahunya.
Meretas setiap peluh yang menetesi setiap langkahnya.
Mengusap dan berbisik tentang sebuah rindu yang terbuhul begitu lama.


Dalam batas ketidak berdayaanku
aku melihatnya seperti sekelebat bayangan melintas,
yang mampu kunikmati sebatas hembusan bayu.


Aku mohon,
Jangan pernah lepaskan aku dari hasratmu,
meski aku harus rela berada dalam baris akhir di setiap gurat mimpimu.
Tanganku tak pernah sampai meraihmu,
meski kau tak pernah berhenti mengulurkan tanganmu.


Aku tak tahu jenis kemalangan apa yang menimpaku,
hingga aku terlunta tanpa sarana menghubungimu.
Mungkin matahari lupa mengingatkan tentang pagi yang mulai bersolek.
Atau perubahan jadwal perputaran siang menjadi malam.
Namun aku ingin tetap berada dalam detik ribuan
bahkan milyaran waktu bersamamu.


Meski sebatas elusan embun, aku mencintai lelaki itu.

Aku melukis bulu matanya setiap senja,
menjadi sebuah lengkung senyum.
Kemudian ku usap lembut.
Tersapu anak angin membelainya.


Aku ingin menjadi malam dilangit-langit kamarnya.
Mendengar keluhnya saat asanya mengabur
atau ia berada dalam kelelahan melukis dalam studio.
Menemani dalam setiap mimpinya tentang sebuah kubah cinta.
Meski untuk itu aku harus menahan ribuan panah di tanganku.


Aku mohon,
jangan tinggalkan harapan tuk kemudian ditanggalkan,
kemudian berucap : “Carilah yang lain dariku, masih banyak yang lebih baik dariku.”

Aku akan hancur.

Aku hanya ingin membawakan segelas air putih dengan obat flu ditanganku. Tolong, jangan katakan ini terlalu tinggi
atau ini hanyalah sebuah harapan imajiner.


Namun aku percaya,
di dunia yang serba selluler ini,
aku berada dalam kelegaan yang luar biasa,
melebihi satu titik kulminasi berkumpulnya awan, hujan dan bintang.
Rasakan perasaanku yang bergerak bersama alam untuk menyapamu.


Bergerak seiring waktu berlalu.



For Someone who always I miss him.





25 comments on "Meski Sebatas Mimpi"

Itik Bali on 17 December 2009 at 13:59 said...

:m:

Noor's blog (inside of me) on 17 December 2009 at 15:19 said...

Wadoooh..kalo baca postinganmu non, rasa-rasanya bang Pendi pengeeeeen banget jadi lelaki itu ! he..he

Clara on 17 December 2009 at 16:29 said...

lagi kangen" terus ya?
hihihi....
aku juga lagi kangen nih Yu
kangen sama cowok-cowok korea yang ganteng itu :P

Sang Cerpenis bercerita on 17 December 2009 at 19:03 said...

tumben mendayu2 tulisannya.

PRof on 17 December 2009 at 19:11 said...

ITIK menjelma menjadi makhluk ROMANTIS.....

IjoPungJUtee dah PECICILAN lagi Tik, kemaren Tawur ma google...Klenger.....

Kang Deni Ahmad on 17 December 2009 at 20:57 said...

Romantis banget...cewe begitu yach, tapi gimana orangnya, Anda mungkin termasuk yang romantis :d

quinie on 17 December 2009 at 20:58 said...

hai hai salam kenaaall, dahsyat... keren banget puisinyaaa

NURA on 17 December 2009 at 21:25 said...

salam sobat
iya hati siapa yg tak hancur,kalau diberi harapan lalu ditinggalkan dengan berucap" carilah yang lain,,yang lebih baik"
semoga tidak ,,,,
trims ya ,atas doanya.

-Gek- on 17 December 2009 at 22:22 said...

:j:
Hiyahh.. itik jatuh cinta.. :)

FaiS on 17 December 2009 at 22:44 said...

postingan'y kanda membuat saya jaDi jatuh hati aja....

Seti@wan Dirgant@Ra on 17 December 2009 at 22:46 said...

Aku baru tau Cak ayu,...
ternyata kamu romantis banget.

ivan kavalera on 17 December 2009 at 23:59 said...

Aku melukis bulu matanya setiap senja,
menjadi sebuah lengkung senyum.

(aku sangat suka dan kagum dg bagian ini)

kedai kopi on 18 December 2009 at 00:01 said...

Kalo aku paling suka bagian ini

"Aku ingin menjadi jingga di bahunya"

puisi kereeen!

Hijau Lumut on 18 December 2009 at 00:28 said...

cie cieee.... itik lagi kangen yaa, ihihihi...

*btw, blognya itik buanyak banget ya?
sip sip deh... moga sukses ya.. :h:

Edo Belva on 18 December 2009 at 14:04 said...

ternyata ini blog mu tik..pantes rasanya pernah denger..

cielahh..dasar anak muda jaman sekarang..kangen2 nan mulu, hehehe..

anindyarahadi on 18 December 2009 at 17:13 said...

curhat ya dek? waduh... aku jadi inget rectoverso...


judul aku ada, selamat ulang tahun.... dan apa ya? hehe


aku hanya mampu mencintaimu sebatas punggung, tidak apa-apa.. akan kulakukan.. (kugy-keenan versi baru hahahaha)

Erik on 18 December 2009 at 21:31 said...

Semoga kelak tidak hanya sebatas mimpi. Semoga impian itu menjadi kenyataan yang manis

Fajar on 19 December 2009 at 00:04 said...

andai mimpi bisa menjadi nyata...

sudinotakim on 19 December 2009 at 01:07 said...

kata-kata yang indah..maknanya dalam...moga mimpi itu terwujud suatu hari nanti...

corby s3650 on 19 December 2009 at 07:14 said...

ini blogny itik juga toh... wah baru tau... byk juga blogny

attayaya on 19 December 2009 at 12:51 said...

dari gambar itu
kok cowoknya ragu2 sekali untuk maju dalam 1 biduk cinta dan sayang??
:e:

Miracle Of Moslem on 19 December 2009 at 23:41 said...

Dek itik....aq ikutan ternak blog nih....aq dah follow learning of perspective...n masang link nya.....jangan lipa link back ya dek.....

TANAH DI JAKARTA on 23 December 2009 at 14:56 said...

Suka banget sama artikel ini.
aku banget nih, cuma sebatas mimpi.
yang berharap ingin kembali lagi ke masa lalu.
makasih ya udah pstong artikel ini. sukses ya!

Astaga.com lifestyle on the net on 18 February 2010 at 04:58 said...

siapa sih lelaki itu ? Jadi penasaran

teDdy said...

adaikan aq bisa balikan dengen seorang cwe y w suka itu tapi mengapa saat w sng di ptsin w knp????????saat nui w mau blkan sm dia tp ditlk jg knp yyyyyyyy

Post a Comment

Thank for dropping comment here
Please do not make spam comments
Because spam comments will be removed

Blog Archive

 

Beauty Case Copyright 2009 Fashionholic Designed by Ipietoon Blogger Template Sponsored by web hosting