Friday, 13 November 2009

Bandung Lautan Mimpi


Memandang langit penuh serpihan mimpi
Terpekur tanpa sanggup meneteskan airmata lagi
Kelu saat berucap selamat tinggal harapan
Yang terbangun dalam kurun waktu setahun
Hancur berkeping tak bersisa
Menggenggam 2 tiket pesawat kedaluarsa
Tak kuasa menatap rentetan foto, kenangan dan asa
Beruntung teringat bahwa hidup ini bukan milik diri
Maka tak layak bila diakhiri karena mimpi yang tak bertepi


Beberapa waktu lalu, tepatnya setahun yang lalu, saya pernah punya mimpi bahwa kelak jika saya lulus sekolah saya akan menelisik kota Bandung dan keindahannya. Bukan sekedar untuk mengejar sebuah cita-cita, tetapi ada sesuatu yang menggebu di hati saya untuk tentang suatu harapan yang saya susun satu persatu menjadi kubah kekuatan cinta yang mampu menentang segala halangan.



Mimpi saya tentang Gedung Sate, gedung itu banyak penjual satenya atau bentuknya seperti sate. Namun ternyata Gedung kebanggan urang Bandung itu hanya ornament yang berbentuk tusuk sate pada ujung menaranya. Indah, bagus dan unik. Mimpi saya berjalan menyusuri halaman gedung atau hanya sekedar memandangnya dari kejauhan





Mimpi saya tentang Factory Outlet, bertebaran dimana-mana mirip pasar besar yang menjual fashion yang cukup berkualitas. Ternyata Factory Outlet bukanlah mirip kualitas pasar, namun toko fashion kecil yang tertata apik, chic, manis dan fashionable. Mimpi saya sebagai untuk menjadi cantik, memakai baju up to date mirip mojang Priangan yang geulis-geulis.





Mimpi Saya tentang sepanjang Jalan Dago, menyusuri sebuah jalan yang ramai dengan lalu lalang orang, menikmati surga belanja dengan fashion outlet bertebaran di kanan kiri jalan, mengecap nikmatnya kuliner yang dijajakan sepanjang jalan.




Mimpi saya tentang lapangan Gasibu, menikmati konser music saat tertentu, minggu pagi jogging atau sekedar cuci mata melihat cara sehat bangun pagi dan menikmati sarapan di pinggir lapangan, duduk di sepanjang emper lapangan.




Mimpi saya tentang pusat buku palasari, memuaskan kehausan saya akan buku murah, bacaan yang bermutu, kualitas ilmu. Berburu buku dari penulis favorit dengan mencari harga diskon termurah.







Mimpi saya tentang Jalan Braga, menyusuri Bandung masa lalu, meloncat ke masa lalu bak Quantum Leap. Memandang lukisan dari seniman yang dipajang di jalan, ke dunia Vintage yang kelihatannya begitu mengasyikkan.





Mimpi saya tentang Museum Konferensi Asia Afrika, menyurusi jejak sejarah masa lalu. Keindahan tentang keberanian mengurai pendapat dan suara tentang persatuan, perundingan dan perdebatan.





Mimpi saya tentang Jalan Cihampelas, saat saya membutuhkan busana casual, jeans berkualitas produk local tak kalah dengan Levis atau Lee Cooper. Harga terjangkau, sesuai dengan kantong mahasiswa miskin yang merantau di tanah seberang.





Mimpi saya tentang Pantai Pangandaran, menyusuri buih kecilnya di sepanjang pasir di akhir pekan. Saat kepenatan akan masalah hidup selama seminggu, di refresh dengan tiupan angin menerbangkan anak rambut hingga sedikit berantakan.

Semua mimpi saya tentang perjalanan cinta yang begitu mengasyikan, mendewasakan, mendidik dan menjadikan saya wanita yang teramat beruntung di dunia.

Kini saya berdiri di tepian mimpi itu, menatap serpihan-serpihannya yang tinggal berukuran seperdiamikron, lenyap dan kemudian terbang dituip angin hingga tercerai berai. Saya tahu, saya tak kan pernah mampu membangun kembali mimpi itu tanpa kamu.

Mimpi-mimpi tentang Bandung bak sebuah film yang dejavu yang bisa diputar kapan saja, namun saya tak pernah menjadi peran utama dalam mimpi-mimpi saya sendiri, saya hanyalah sekedar figuran tak berarti dan kemudian bakal dilupakan seiring berjalannya waktu….


For someone who always I miss him


14 comments on "Bandung Lautan Mimpi"

Itik Bali on 13 November 2009 at 20:08 said...

:i:

duniakura2 on 13 November 2009 at 20:19 said...

kalo sekarang jadi figuran, mungkin suatu saat nanti jadi peran utamanya, neng itik ayu ^^

Vicky Laurentina on 13 November 2009 at 22:38 said...

Hm..Ayu, sebagai warga Bandung saya kasih tahu aja, Bandung nggak segitunya. Gedung Sate dan Museum KAA cuman enak diliat sekilas, Gasibu kumuh. Braga biasa aja, masih bagusan Malang. Factory outlet nggak lebih bagus bajunya dari mal di Kuta. Dago macet! Saya udah lama di Bandung dari kecil, tapi nggak merasa jadi mojang Priangan yang geulis. Singkatnya, Bandung nggak bagus-bagus amat kok..

Itik Bali on 14 November 2009 at 02:12 said...

@ Dunia Kura : mungkin suatu saat nanti ya mbak..
@ Mbak Vicky : Inilah yang disebut dengan kenyataan tak seindah mimpi atau rumput tetangga kelihatan lebih hijau.
Bicara soal takdir, yang akhirnya membawa kita untuk tak berusaha menyesali yang telah terjadi

Munir Ardi on 14 November 2009 at 10:47 said...

alangkah indahnya bandung terimakasih jadu tahu sedikit tentang bandung melalui posting ini btw masih lebih bagus Bali kan?

J O N K on 14 November 2009 at 17:26 said...

tetap semrangat yu, sedikit demi sedikit lama2 menjadi bukit

BTW ke pangandaran yuks :P

Itik Bali on 15 November 2009 at 07:09 said...

@ Bang Munir : He..he, mimpi tentang Bandung adalah keinginan untuk mewujudkan sebuah cita dan cinta tapi Bali tetap tak akan pernah terlupakan
@ Jonk : Iya, nabung dulu ya..ntar ke pengandaran :c:

JengSRI.Com on 15 November 2009 at 23:24 said...

Neng Itik, cakepz euy blognya
Judul blognya juga manteb
Tetep semangat ya study sama ngeblognya

Mmuuaachhhh!

Anonymous said...

Vicky Laurentina said... Dago macet! Saya udah lama di Bandung dari kecil, tapi nggak merasa jadi mojang Priangan yang geulis. Singkatnya, Bandung nggak bagus-bagus amat kok..
--------------------------------------------------
Kayanya mba ini belum pernah ke luar bdg deh..! heuuheuu... Begini mba vicky, penulis hanya ingin menapaki jejak kakinya di bandung & penulis mempunyai makna tersendiri datang ke bdg, jadi hanya penulislah yang tau arti kalimat dari seluruh karya tulisannya heuuheuu piss ah teh,nuhun... hidup persib

Itik Bali on 25 November 2009 at 10:53 said...

@ Anonymous : Bukan cuma penulisnya yang tahu makna tulisan ini, mungkin ada seseorang yang lain yang juga tahu. Btw, thanks ya, udah nyempetin baca tulisanku.

Astaga.com lifestyle on the net on 18 February 2010 at 05:12 said...

wah makasih review ttg bandungnya, soalnya baru lihat bandung dari gambar aja

The Michi on 2 March 2010 at 03:21 said...
This comment has been removed by the author.
The Michi on 2 March 2010 at 03:23 said...

itiiiiiiiiiik,,,sumpah gue cerik bacanya,,, abi teh nangis,, :l: ahhh,,, sumpah,, gue merasa ada di dalam foto itu,, ada gue dan temen temen gue disana,, !! bandung memang tak seindah yang dibayangkan tapi sumpah bandung kota penuh kenangan gue,, teringat kembali ketika penuh dengan semangat 45 gue belajar di kota ini dan akhirnya gagal di tengah jalan ,, uhh bandung bandung,, saksi kejombloan,,keromantisan dan perselingkuhan gue ada disana,:y:

putrahosting.com dapur hosting hemat on 30 May 2010 at 11:48 said...

have a nice weekend

Post a Comment

Thank for dropping comment here
Please do not make spam comments
Because spam comments will be removed

Blog Archive

 

Beauty Case Copyright 2009 Fashionholic Designed by Ipietoon Blogger Template Sponsored by web hosting