Showing posts with label Bali. Show all posts
Showing posts with label Bali. Show all posts

Sunday, 20 March 2011

Drama Gong

3 comments

Masyarakat Bali cukup berbangga hati. Karena kesenian Tradisional Bali hingga saat ini masih bertahan dengan kokohnya di tengah derasnya gerusan Budaya asing dan tekhnologi yang masuk dan di adaptasi di Indonesia. Seni Tari Tradisionil, Bondres, Arja, Drama Gong , lagu-lagu Bali dan lain-lain masih menjadi primadona tontonan masyarakat Bali.

Bahkan khusus untuk Drama Gong, setiap kali digelar pada acara tahunan Pesta Kesenian Bali selalu mendapat perhatian khusus dengan jumlah penonton yang membludak. Pernah ada sebuah rumor yang mengatakan bahwa satu-satunya acara TVRI Bali yang bisa mengalahkan Film “Mission Imposible” adalah Drama Gong. Jadi, meskipun acara TV swasta lainnya sebagus apapun, saat Drama Gong diputar di TVRI Bali, hampir semua masyarakat Bali pindah Channel untuk melihat Drama Gong.

Drama Gong yang diciptakan pada tahun 1966 oleh Anak Agung Gede Raka Payadnya dari desa Abianbase (Gianyar) ini sebenarnya merupakan seni kesenian tradisional Bali yang mencampurkan unsur-unsur teater modern (Barat) dengan teater tradisional (Bali) seperti Sendratari, Arja, Prembon dan Sandiwara dimaksudkan sebagai sebuah prembon diiringi oleh Gong Kebyar.

Pada awalnya Drama Gong dinamakan "drama klasik" namun dalam perkembangannya oleh I Gusti Bagus Nyoman Panji kemudian diberi nama Drama Gong disesuaikan dengan dua unsur baku yang diusungnya (drama dan gamelan gong.

Cerita Drama Gong terutama diambil dari cerita Panji. Cerita-cerita ini menceritakan tentang cobaan dan kesusahan seorang pangeran atau putri yang berlangsung di beberapa kerajaan Jawa kuno seperti Koripan, Daha, dan Singosari. Lakon-lakon paling popular drama gong saat ini adalah :

  • Raja manis
  • Raja buduh
  • Putri manis
  • Putri buduh
  • Raja tua
  • Permaisuri
  • Patih keras
  • Patih tua
  • Dua pasang punakawan (sering diperankan oleh Petruk, Lolak dan lain-lain.

Tidak seperti wayang, Bondres, topeng dan Arja yang menggunakan Bali Klasik, Drama Gong lebih flexible dengan kostum Bali modern yang bervariasi berdasarkan jenis kelamin dan status sosial karakter. Wanita mengenakan sarung, blus tradisional dan selempang.

Ratu memakai emas dan bunga segar di rambutnya sedang pemeran Pria memakai sarung, hiasan kepala dan sebuah keris. Raja atau pangeran mengenakan sarung emas, hiasan kepala emas dan keris emas. Badut memakai sarung hitam, ikat pinggang kotak-kotak dan topi batik.

Drama Gong adalah hiburan murni. Berlangsung selama sekitar 5 sampai 6 jam, dialog Drama Gong adalah lelucon Bali. Drama Gong juga berisi ajaran agama dan filosofis, di mana perjuangan yang tak pernah berakhir kebajikan melawan kejahatan. Drama Gong juga mendorong berpikir kritis, sebagai lelucon terutama pada isu-isu sosial dan politik baru-baru ini, kelemahan manusia.

Selain sering dipentaskan dalam berbagai acara adat di Banjar maupun dalam upacara adat lainnya, seperti halnya ketoprak maupun drama kesenian tradisional lainnya di Indonesia yang dipentaskan secara komersil, dalam berbagai kesempatan Drama Gong juga dipentaskan untuk pertunjukan komersil.

Bahkan saat ini Drama Gong menjadi acara tetap di stasiun local Bali. Saat ini ada sekitar 6 buah sekaa Drama Gong yang masih aktif. Yaitu, Drama Gong Bintang Bali Timur, Drama Gong Duta Budaya Bali, Drama Gong Dewan Kesenian, Drama Gong Dwipa Sancaya.
read more "Drama Gong"

Monday, 31 January 2011

Berburu Tempat Makan Enak dan HALAL di Bali

24 comments
Banyak yang mengira jika datang ke Bali bakalan menemui kesulitan mencari tempat makan yang halal. Anggapan ini ada karena tempat berlibur sejuta umat itu penduduknya mayoritas beragama Hindu. Oleh karena itu wisatawan muslim di Bali akhirnya lebih memilih makan di restoran fast food untuk lebih merasa “aman”.

Namun sebenarnya Anda tak perlu khawatir, karena di Bali telah banyak tersebar warung dan restoran yang menyediakan makanan enak dan tentunya HALAL dari berbagai macam daerah di nusantara. Perkara harganya murah itu sangat relative dan tergantung anda mau pilih seperti apa.

Di Kuta misalnya, bagi Anda penikmat kuliner pedas Anda bisa datang ke warung Nasi Pedas Ibu Andika yang terletak di Jl. Raya Kuta, Gang Kubu 120C Kuta, Bali (seberang supermarket Supernova). Warung yang buka dari pagi sampai malam ini menyediakan berbagai macam menu masakan antara lain : Mie goreng, Ayam goreng, kulit ayam goreng, ikan goreng, sayur urap dan tak ketinggalan sambel setan yang audzubillah pedasnya. Konon warung ini tiap hari menghabiskan cabe sampai 25 kilogram.

Kebayang kan gimana pedasnya?

Harga makanan di warung nasi campur pedas Ibu Andika ini bervariasi tergantung lauk yang kita pilih. Rata-rata sih 1 porsi nasi campur dengan sayur dan menu yang kita pilih berkisar antara 25-30 ribu rupiah.



Nasi Pedas Ibu Andika

Atau pilihan lain Anda bisa datang ke Warung Nasi Pecel Ibu Tinuk yang terletak di Jalan Raya Kuta. Meski menu utamanya Nasi Pecel, tapi bukan berarti warung ini tidak menyediakan menu yang lain. Ada berbagai macam sayur dan lauk pauk seperti : Perkedel Kentang dan Jagung, Pepes Ikan, Empal, Sayur Lodeh, Sayur Bening, Tahu Bacem, Otak Goreng dan lain-lain. Bahkan tersedia juga Nasi Rawon dan Soto. Hampir sama dengan warung nasi pedas Ibu Andika, harga sepiring nasi ditentukan oleh lauk yang Anda pilih. Biasanya berkisar antara 25-30 ribu.



Nasi Pecel Bu Tinuk

Merasa kemahalan? Masih ada pilihan warung nasi campur yang tak kalah enak dan nikmatnya di warung sepanjang pinggiran jalan Kuta. Meski kelihatannya seperti warung kecil namun kebersihan dan rasa tetap terjaga. Harganya murah juga kok, ngga lebih dari 10 rebu rupiah per porsi.

Namun jika Anda berada di Denpasar, anda bisa singgah ke Warung Wardhani di Jalan Yudhistira no. 2 Denpasar. Warung yang menyediakan menu nasi Campur khas Bali ini konon memasaknya masih menggunakan tungku kayu tradisional. Ini karena mereka ingin tetap menjaga rasa yang sudah terkenal nikmatnya.

Warung yang banyak dikunjungi para artis ini, cukup konvensional dan ekslusif. Dengan khas pramusaji yang berwajah judes (dan rada sombong) mereka buka dari pagi sampai jam 2 siang saja. Soal harga, jangan ditanya... 1 piring nasi campur bisa mencapai 35 rebu.

Bila Anda sedang di Sanur atau menuju Sanur, Anda bisa menikmati kuliner sop Kepala Ikan di Warung Mak Beng yang terletak Jalan Hang Tuah No. 45 di tepi pantai Bali Beach sanur. Rasanya pedaaaassss banget. Sambelnya oke. Perkara harga, mereka masih cukup cincai lah dengan sepiring nasi, sop kepala ikan, ikan goreng dan pepes serta sambal yang nikmat punya dihargai sekitar 20 ribu rupiah.


Warung Mak Beng Sanur

Nasi + Sop Kepala Ikan Mak Beng
Masih kemahalan juga?

Ngga usah takut, di Bali masih ada warung nasi campur yang bersih, halal dan murah. Anda bisa datang ke warung Ibu Mar yang terletak di Jalan Trijata no. 8A dan Jl. Bedahulu No 17 Denpasar. Warung yang menyediakan menu aneka masakan Jawa ini buka mulai jam 8 pagi sampai jam 9 malam. Selain menyediakan nasi campur, nasi pecel dengan aneka lauk pauk, warung Bu Mar juga menyediakan menu gado-gado, rawon, soto, lontong kare serta sop buntut. Soal rasa, ngga kalah dengan resto deh. Saya sering banget makan disono. Harganyapun ngga masih reasonable, berkisar antara 8 ribu sampai 15 ribu rupiah sepiring.


Warung Nasi Bu Mar


Ada juga warung Nasi Ibu Ketut yang terletak di Jalan Cokroaminoto Ubung. Meski memakai nama Ibu Ketut, tapi ini orang Jawa dan muslim. Masakannya super pedas dan hanya satu menu saja yaitu : NASI CAMPUR. Soal rasa jangan ditanya…ueannaaakkk, yang beli juga bejibun. Harganya? Murah kok, cuma 8 ribu sepiring! Tambahan lauk tempe dan tahu yang digoreng kering dengan ukuran SUPER JUMBO nan lezat.

Masih kemahalan lagi?

Anda bisa mengenyangkan perut dengan tipat cantok atau tipat pelecing. Tipat Cantok merupakan kuliner khas Bali yang kalo di Jawa mirip gado-gado atau pecel sedang tipat plecing adalah lontong yang menggunakan sayur plecing. Harga makanan ini berkisar hanya 3 ribu sampai 5 ribu rupiah per porsinya. Bila anda ngga kepingin makan nasi, anda bisa memilih nasi Jenggo yang banyak dijual di pinggir jalan dibungkus dengan daun pisang. Meski harganya hanya 3 ribu rupiah, namun jangan ditanya soal rasanya. Nikmat dan pedaaaas.

Masih banyak lagi tempat makan yang enak, murah dan halal di Bali. Semuanya sesuai dengan kantong anda. Mau memilih wisata ala koper dengan biaya premium atau ala ransel dengan biaya backpacker yang lumayan affordable, semuanya tergantung selera Anda.
read more "Berburu Tempat Makan Enak dan HALAL di Bali"

Tuesday, 18 January 2011

5 Hidden Treasure of Bali : Fakta Unik Tentang Bali

12 comments
5 Hidden Treasure of Bali : Fakta Unik Tentang Bali
Bali yang terkenal sebagai Pulau Dewata memang mempunyai berbagai macam keunikan, selain pemandangan dan adat istiadat yang unik juga masyarakat Bali selalu percaya dengan apa yang mereka yakini. Meski kadang masyarakat menganggap sebagai hal-hal aneh, namun justru karena kepercayaan yang kuat dan tak mudah luntur oleh derasnya perkembangan jaman itulah yang membuat Bali menjadi unik.

1. Wanita Bali pada umumnya sangat setia pada pasangannya termasuk ketika ia harus berpindah agama sekalipun mengikuti keyakinan suaminya. Ini karena sistem paternalistik yang sangat kuat. Ketika memutuskan untuk menikah, wanita Bali sudah terikat dengan suaminya dan kewajiban orang tua maupun haknya sebagai anak di dalam keluarga telah lepas. Sepenuhnya ia menjadi tanggung jawab suami dan keluarga suaminya. Oleh karena itu wanita Bali beranggapan bahwa mengabdi pada suami adalah surganya.

2. Penduduk Bali jarang ada yang melakukan kejahatan seperti mencuri, merampok, mencopet dan sebagainya. Karena menurut mereka, melakukan kejahatan seperti itu sama saja dengan menjahati rumah sendiri, keluarga sendiri dan diri sendiri. Adanya hukum karmapala dan kepercayaan tentang reinkarnasi (kehidupan yang abadi setelah mati) membuat mereka akan berpikir 1000 kali untuk melakukan kejahatan terutama di lingkungan sendiri.

3. Di Bali kasus perceraian dan poligami sangat rendah. Ini karena mereka harus melalui serangkaian upacara yang cukup rumit bila harus melakukan perceraian. Sama saja ketika seseorang harus menikah lagi.Karena upacara pernikahan menurut agama Hindu merupakan upacara keagamaan yang cukup besar, rumit dan melibatkan semua keluarga, kerabat dan lingkungan. Keluarga besar jarang ada yang mau menggelar pesta pernikahan di keluarga untuk yang kedua kalinya untuk satu orang mempelai yang sebelumnya telah pernah menikah. Bagi mereka itu adalah peristiwa yang memalukan.

4. Sistem kasta (sudra, waisya, ksatria, brahmana) di Bali saat ini dipandang lebih kepada besar kecilnya peran dan fungsi seseorang pada pekerjaan atau pengabdiannya kepada orang banyak. Meskipun ia datang dari kasta paling rendah atau Sudra, tetapi jika dia bisa menjadi pemimpin yang baik di masyarakat maka kastanya akan terangkat dan lebih dipandang daripada kasta yang lebih tinggi namun tidak punya peran apa-apa. Kasta sudah tidak lagi menentukan kelas sosial secara kultural, tetapi lebih kepada penyesuaian struktural.

5. Hampir setiap halaman rumah orang Bali selalu ada pohon Kamboja dan berbagai macam bunga lainnya, karena kamboja adalah tanaman khas orang Bali, bunga kamboja dan bunga lainnya merupakan salah satu perangkat yang harus ada pada ritual keagamaan saat mereka melakukan sembahyang selain unsur air dan api.


Beberapa point diambil dari sumber http://berita.balihita.com
read more "5 Hidden Treasure of Bali : Fakta Unik Tentang Bali"

Monday, 17 January 2011

Yuk Belajar Bahasa Bali (Bagian 2)

10 comments
Yuk Belajar Bahasa Bali (Bagian 2)
Begitu datang ke Bali, yang pasti kita inginkan jalan-jalan trus belanja-belanja di pasar kan? Sebab kata orang kalo ke Bali belum belanja rasanya ada yang kurang. Serasa belum ke Bali.
Ngga ada salahnya kan kita belajar bahasa Bali, dengan percakapan.

Emang sih sekarang banyak toko souvenir yang menyediakan kerajinan Bali tanpa kita harus menawar terlebih dahulu. Tapi ada orang yang bilang, ngga seru ah kalo ngga ke pasar sambil tawar menawar. Tapi takutnya kalo ke pasar ngga ngerti bahasa Bali, ketahuan bukan orang Bali trus dimahalin?

Tenang... orang Bali ngga kaya gitu kok. Meski gitu, ngga ada salahnya to kalo kita belajar Bahasa Bali?

Yuk kita belajar Bahasa Bali dengan percakapan sederhana apa yang dilakukan seseorang ketika berbelanja, ketemu dan menyapa orang.


1. Percakapan dengan pedagang di pasar

Pembeli : Kude niki bu/pak ?(berapa ini bu/pak?)
Pedagang : telung tali ( tiga ribu)
Pembeli : Dados kuang bu ( bisa kurang bu?)
Pedagang : dados kuang bedik (bisa kurang sedikit)
Pembeli : Siu bu nggih (Seribu ya bu)
Pedagang : Nggih dados ampun. Kuda kal meli nike ( Ya boleh deh, berapa mau beli)
Pembeli : Siki manten bu ( satu aja bu). Niki Pes-ne bu( ini uangnya bu) #sambil ngeluarin uang 50 ribuan
Pedagang : ten wenten jinah alit? (ngga ada uang kecil? saya baru aja buka)
Pembeli : Ten wenten nike (ngga ada tuh)
Pedagang : Niki susuk-ne bu nggih!

2. Ketemu seseorang

si A : He Bli...mekelo sing taen tepuk, engken kabare? (He kakak, lama ngga ketemu. Gimana kabarnya?)
si B : Becik-becik gen (baik-baik saja). Dije jani ngoyong? (Dimana sekarang tinggal?)
si A : di Badung. Melali na'e ke jumah! Bli kal kije? ( di Badung/Denpasar. Main-main dong ke rumah. Kakak mau ke mana?
si B : Kal jemput mbok di pasar. Besok-besok nah! Jani kapah maan pesu. Sibuk gen. Liyu gegaen. (mau jemput kakak di pasar. Besok-besok aja ya! Sekarang sulit dapat keluar. Banyak kerjaan)
si A : Dije jani megae? (Dimana sekarang bekerja?)
si B : Nu Mekuli di hotel (Masih jadi kuli di hotel)
si A : Nah sing engken. Sukses gen Bli (Yah enggak apa-apa, sukses aja kak)

3. Berkenalan (Gombalan tepatnya..)

Cowo : Mimih... jegeg sajan. Dadi kenalan gek? (Duh cantik banget, boleh kenalan cantik?)
Cewe : Ngujang ngajakin kenalan? kal ngude?(Ngapain ngajak-ngajak kenalan segala. Mau apa?)
Cowo : Ede nak-e galak jak Bli. Bli cuma dot nawang gen, adi ade nak jegeg care Ratu kene (Jangan galak sama kakak dong. Kakak cuma pengin tau aja. Kok ada cewe cantik kaya Ratu begini sih?)
Cewe : Bli bise dogen. Tiang nak biase biase gen (kakak bisa aja. Saya biasa biasa aja kok)
Cowo : Sire pesengane Gek? (Siapa namanya cantik?)
Cewe : I Luh Permata
Cowo : Bagus sajan adane patuh care sing ngelah adan. Care permata (Bagus sekali namanya sama kaya yang punya nama. Kaya Permata)
Cewe : Bli de nak liyunan megombal keto. Lek atin iange. Sire pesengan Bli?(Kakak jangan kebanyakan gombal gitu ah. Saya jadi malu. Siapa nama Kakak?)
Cowo : Made Suardana. Panggil gen tiang Bli Kadek. Saking Napi geg? (Made Suardana. Panggil aja saya Bli Kadek. Darimana asalnya cantik?)
Cewe : Saking Tabanan, tapi mangkin ngoyong di Buleleng. (Dari Tabanan, tapi sekarang tinggal di Buleleng)
Cowo : Dadi nunas no hapene? (Boleh gak minta no hapenya)
Cewe : Dadi, 089888788789977987788 (Boleh. 089888788789977987788)
Cowo : Nah kapan-kapan iang bel nah! (Oke. kapan-kapan saya telpon deh)

dan kemudian cowo itu menghilang tanpa pernah nelpon lagi.... biasa...cowo emang sukanya iseng dan bikin GR..he..he


Masih banyak percakapannya, semakin banyak belajar semakin bisa. Kalo kurang jelas bisa ditanyakan ke Itik Manis nan Amis.



gambar dari http://berita.balihita.com
read more "Yuk Belajar Bahasa Bali (Bagian 2)"

Saturday, 15 January 2011

Lagu-lagu Anak Bali

6 comments
Lagu-lagu Anak Bali
Teringat waktu kecil dulu. Setiap pulang kampung nenek selalu menina bobokan saya dengan lagu-lagu Bali. Begitu juga semasa duduk di bangku Sekolah Dasar, lagu Bali merupakan lagu "wajib" yang setiap anak musti bisa.

Dalam pelajaran bahasa daerah atau kegiatan upacara Agama, gending Bali selalu dilantunkan. Beruntung hingga sekarang lagu-lagu Bali tersebut tetap melekat dalam ingatan saya. Di tengah pesatnya perkembangan jaman dan lagu-lagu baru yang banyak berkembang, ternyata lagu Bali terutama lagu anak tradisional asli Bali yak pernah tergerus oleh jaman.

Berikut ini beberapa gending Rare Bali yang sangat populer di Bali. Kalau ada yang salah tolong ikut dibetulin ya..



Putri Cening Ayu

cening putri ayu
ngijeng cening jumah
meme luas malu
ke peken meblanja
apang ada darang nasi

meme tiang ngiring
ngijeng tiang jumah
sambilang mepunpun
ajak titiang dadua
di tekane nyen gapgapin

pelaian cerik
kotak wadah gerip
jaja mengenepan
ane luung-luung
bunga melah melah
ambunyane sarwa miik

Ratu Anom

Ratu anom metangi meilen-ilen
Ratu anom metangi meilen-ilen
Dong pirengang munyin sulinge di jaba
Dong pirengang munyin sulinge di jaba
Enyen ento menyuling di jaba tengah
Enyen ento menyuling di jaba tengah
Gusti Ngurah Alit Jambe Pemecutan
Gusti Ngurah Alit Jambe Pemecutan


Curik-Curik

Curik-curik semental alang-alang boko-boko,
Tiang meli pohé,
Aji satak aji satus kéténg,
Mara bakat anak bagus pécéng.
Enjok Enjok

Meong-Meong

Meong meong alih ja bikule
Bikul gede gede
Buin mokoh mokoh
Kereng pesan ngerusuhin
Juk meng… Juk kul..


Dadong Dauh

Dadong dauh ngelah siap putih
Suba metaluh reka
Minab ada limolas taluhne
Nangih lacur ada nak nepukin
Anak cerik cerik
Anak cerik cerik
Keliwat usil ipun

Juru Pencar
Juru pencar juru pencar
Mai jalan mencar ngejuk ebe
Be gede gede
Be gede gede
Di sawana ajaka liu

Bibi Rangda

Bibi bibi rangda apang durus karyan
Bibi mejauman kelod kangin jumah dane jegeg leseng

Suba jani keto tiang ngaba aled munyi
Sesanganan kaon jaja sirat kekuluban bungan duren

Duren duren ijo semangkane kuning gading
Kanti lampa nguda salak nangka kaliasem mangeronce


Made Cenik

Made Cenik
Lilig montor ibi sanja
Lilig montor ibi sanja
Montor Badung ke Gianyar
Montor Badung ke Gianyar
Gedebege muat batu
Batu Cina

Batis lantang cunguh barak
Batis lantang cunguh buruk
Mangumbang umbang I Jodar
Mangumbang umbang I Jodar
I Jodar matetulupan
Jangkak jongkok

Menyaru menyoncong jangkrik
Menyaru menyoncong jangkrik
Jangkrik kawi Nilotama
Jangkrik kawi Nilotama
Nilotama tunjung biru
Tunjung biru

Margi I Ratu mesiram
Margi I Ratu mesiram
Mesiram saling enggokin
Mesiram saling enggokin
Tepuk api dong ceburin

read more "Lagu-lagu Anak Bali"

Yuk Belajar Bahasa Bali (Bagian 1)

14 comments
Yuk Belajar Bahasa Bali (Bagian 1)
Banyak yang mengira bahwa belajar bahasa Bali itu sulit. Terutama karena sering terdengar logatnya lain dari yang lain yaitu penekanan pada pengucapan huruf "T" menjadi "TH" di setiap katanya.

Namun sebenarnya belajar Bahasa Bali tidaklah sesulit yang dibayangkan. Terutama bagi mereka yang telah mengenal bahasa Jawa. Karena beberapa kata dalam bahasa Bali mempunyai banyak kemiripan dengan Bahasa Jawa. Misalnya kata-kata ini :

Taen (Bahasa Bali)= Nate (Bahasa Jawa) = Pernah (Bahasa Indonesia)
Asu = Baik bahasa Bali maupun bahasa Jawa artinya = Anjing

Pengucapan dalam bahasa Bali pada kata-kata yang berakhir dengan huruf "a" selalu diganti dengan huruf "e". Misalnya jika Anda mengucapkan kata "suwitra" maka pengucapannya akan berubah menjadi "suwitre". Beberapa kata tertentu yang digunakan sehari hari kata-katanya seringkali disingkat, misalnya " lakar kija?" biasanya diucapkan dengan kalimat " kal kije?" atau "kenken kabare?" bisa disingkat menjadi "engken kabare?"

Berikut ini kalimat sederhana yang lazim diucapkan sehari-hari oleh masyarakat Bali :

Punapi Gatra (halus) = Kenken Kabare = Apa Kabar?
Titiang (halus) = Raga (baca : rage) = Saya
Sampun/ampun (halus) = Suba ( baca : sube) = Sudah
Matur Suksma = Terimakasih
Lakar Kija = Mau Kemana?
Mai Melali = Ayo Jalan-jalan
Seduk = Lapar
Pedih = Marah
Tresna = Cinta
Bli = Kakak laki-laki
Mbok = Kakak Perempuan
Adi = Adik
Sirep = Tidur
Gelem = Sakit
Poh = Mangga
Saking Napi = Uling kije = Darimana
Kija (baca : Kije) = Kemana
Dija (baca : Dija ) = Dimana
Dot = Ingin
Ampunan = eda (baca : ede) = Jangan

Meski saya kurang bisa bahasa Bali terutama yang halus tapi setidaknya kalau untuk komunikasi pergaulan sehari-hari saya masih bisa. Itu hanya beberapa kalimat saja. Tentu saja masih banyak lagi kata-kata dalam bahasa Bali lainnya.

Semua bisa ditanyakan langsung ke : Itik Manis nan Amis
read more "Yuk Belajar Bahasa Bali (Bagian 1)"

Saturday, 2 October 2010

Nasi Campur Warung Wardani

10 comments
Nasi Campur Warung Wardani

When you visit Bali but was afraid to look for halal food, may be Nasi Campur Wardani could be your choice. Balinese mixed rice stall is located in downtown Denpasar. So it's not difficult to reach.

It was very tasty, especially the satay and satay cow wrap. Wardani stalls still use traditional ways of cooking using firewood. That's what causes a very distinctive flavor. They are open from 7:00 AM till 2:00 PM. It's known, they are crowded enough buyers. Especially by foreign tourists.

Nasi Campur Wardani Warung is very famous until very well-known to other countries, The Indonesian celebrities and other countries never miss a chance opportunity to enjoy a meal there.

Nasi Campur Warung Wardani

Warung Wardani’s nasi campur is of the halal version and does not feature pork. Instead, the accompanying dishes are sate lilit (fish satay), sate sapi (beef satay), sayur nangka (young jackfruit stewed in coconut milk), sayur kacang panjang (long beans), telur pindang (boiled egg), dendeng sapi (beef jerky), ayam suwir pedas (spicy chicken with chilli & lime) and some rempeyek udang (crispy deep fried prawns).

You can be enjoyed with a price RP. 30,000/serving. It is rather expensive for the size of rice mix. But you need not fear, for sure you will be satisfied because the delicacy of taste.

Warung Wardani
Jl. Yudistira, No: 2,
Denpasar,
Bali.
Tel: 0361 224 398
read more "Nasi Campur Warung Wardani"

Tuesday, 3 August 2010

Kuliner Sunda Di Bali

19 comments


Kuliner Sunda Di Bali
Bila anda berkunjung ke Bali melintasi sepanjang daerah Renon, maka tepat di belokan menuju jalan sudirman atau tepatnya Jalan Raya Puputan no 42 Renon Denpasar anda akan menemukan bangunan dengan arsitektur gaya Sunda serta halaman yang luas dan asri bertuliskan “BUMBU DESA” di depannya.

Pertama melihatnya, tidak akan terlintas oleh kita bahwa bangunan itu adalah sebuah restoran, karena tampak seperti rumah yang asri. Namun, setelah anda masuk ke dalamnya, barulah tahu kalau bangunan itu memang sebuah restoran yang menyajikan aneka kuliner khas Sunda.

Kuliner Sunda Di Bali

Seperti layaknya restoran Sunda yang lain, makanan yang ditawarkan kebanyakan berupa ikan, sayur dan tak lupa sambel lalapan. Menu ikan, disajikan dalam berbagai macam pilihan, mulai dari Gurame goreng, Ikan mas goreng dan lain-lain. Namun untuk menu ikan, yang menjadi andalan Restoran Sunda ini adalah Gurame Cobek.


Kuliner Sunda Di Bali

Sayur khas Sunda yang ditawarkan sangat beragam, mulai dari Karedok dan Pencok Leunca dapat Anda nikmati di sini. Bagi Anda penggemar petai pun dapat menikmati sajian Petai Goreng ataupun Petai Bakar. Selain itu berbagai menu tumis seperti Tumis Kangkung, Tumis Genjer, Tumis Jamur, Tumis Leunca dan Tumis Cumi. Tak lupa sayur Asem dan sayur lodeh yang menjadi favorite.

Rasanya kurang pas bila makan masakan Sunda tanpa di temani pepes. Di Restoran ini, pepes disajikan dalam aneka pilihan, mulai dari Pepes Ikan Mas, Pepes Ikan Bawal, Pepes Ayam, Pepes Jamur, Pepes Nasi Bakar, Pepes Tahu, Pepes Teri dan Pepes Peda.

Kuliner Sunda Di Bali
Konsep yang ditawarkan dari Restoran yang berdiri di atas lahan sekitar 1000 m2 ini adalah melestarikan budaya Sunda melalui kulinernya. Sehingga tak heran begitu kita memasuki Restoran kita akan disambut oleh pramusaji yang kesemuanya juga mengenakan pakaian adat Sunda.

Kemudian dengan ramah mereka akan menyambut dengan sapaan khas “ Wilujeng Sumping” yang dalam bahasa Sunda berarti selamat datang.

Harga yang ditawarkan makanan di Restoran Bumbu Desa sangat bervariasi antara sekitar Rp. 3000 sampai Rp 30.000. Namun yang pasti tidak akan membuat anda menyesal karena masakan dan suasana khas Sunda yang ditawarkan begitu mengesankan.

Sebagai akhir dari perjalanan kuliner anda, setelah menikmati makanan saat kita keluar dari pintu maka kembali akan terdengar sapaan manis khas Sunda dari para pramusaji “Hatur Nuhun” yang artinya “Terimakasih”


Kuliner Sunda Di Bali
read more "Kuliner Sunda Di Bali"

Monday, 26 July 2010

Pariwisata Bali tak Ramah Pada Wisatawan Dalam Negeri?

14 comments
Pariwisata Bali tak Ramah Pada Wisatawan Dalam Negeri?
Saya sering banget mendengar keluhan dari teman-teman daerah lain bahwa acapkali mereka datang ke Bali mereka justru mendapat perlakuan yang kurang ramah dari pelaku Pariwisata di Bali. Baik itu petugas Bandara Ngurah Rai, sopir Taxi maupun dari art shop yang menjual pernak pernik khas Bali.

Hal ini terasa sekali ketika memasuki kawasan Pariwisata Bali di daerah Kuta, Sanur dan Nusa Dua. Toko-toko penjaja souvenir sering memasang muka masam dan melayani secara ogah-ogahan bila yang belanja turis lokal. Bahkan seringkali mereka mendiamkan atau ditinggal pergi begitu ada turis manca Negara yang memasuki tokonya.

Entah apa yang menjadi penyebabnya, tapi yang jelas perlakuan itu jauh berbeda dengan perlakuan kepada turis mancanegara. Seakan-akan bila turis mancanegara yang datang di sambut bak tamu agung yang bakalan mendatangkan keuntungan.

Saya pernah melihat tayangan di sebuah stasiun televise swasta dalam program “Jelajah” episode ke Bali. Pembawa acaranya keluar dari sebuah toko kaos surfing di daerah Kuta dengan mengatakan “ penjaganya judes!”

Begitu juga ketika ia menyusuri sepanjang jalan di Kuta, menurutnya tak satupun penjaga toko yang mau memperhatikan kalo pembelinya adalah turis lokal.


Pariwisata Bali tak Ramah Pada Wisatawan Dalam Negeri?

Kenapa ya?

Apakah memang menurut mereka turis lokal itu lebih menyebalkan ketimbang turis asing? Kalo menawar gak tanggung-tanggung? Kalo belanja lebih sedikit? Gak pernah kasih uang tips? Ataukah memang turis lokal lebih cerewet ketimbang turis manca Negara?

Saya punya paman seorang musisi Reggae yang kerap tampil di café-café di Bali. Menurutnya, bila turis lokal masuk ke kafe, sikapnya kadang suka kampungan. Rame-rame ketawa ketawa, sok borju tapi beli minum 1 gelas untuk berlima.

Anggapan miring seperti itulah yang kadang kerap memberi kesan seolah-olah Pariwisata Bali tak ramah kepada Wisatawan dalam negeri.

Padahal jika dipikir-pikir, wisatawan dalam negeri potensinya sangat besar. Bayangkan saja, ketika pasca Bom Bali tahun 2004 lalu. Pariwisata Bali begitu terpuruk. Hampir semua hunian hotel di Bali tak lebih dari 10 % bahkan kurang. Banyak Art Shop yang gulung tikar. Turis manca Negara tak ada yang berani ke Bali.

Satu-satunya penolong Pariwisata Bali adalah turis lokal. Selain mereka merasa murah berwisata ke Bali, juga mereka masih merasa nyaman datang ke Bali. Mereka juga tak ada travel warning di negerinya sendiri.

Seandainya pelaku Pariwisata Bali lebih sadar untuk memanfaatkan potensi Wisatawan dalam negeri yang jumlahnya bisa lebih banyak, maka dalam keadaan apapun Pariwisata Bali akan tetap kokoh berdiri.

Meski upaya mendatangkan devisa dari wisatawan mancanegara dengan promosi yang gencar tetapi jangan dilupakan juga untuk tetap memperhatikan potensi wisatawan lokal. Caranya, ya tentu saja dengan memperlakukan Wisatawan Dalam Negeri sama ramahnya seperti kita memperlakukan Wisatawan Asing.

Anda pernah ke Bali dan mendapatkan perlakuan yang tidak menyenangkan dari Pelaku Pariwisata Bali?

Semoga hal itu tidak lantas menyurutkan niat anda untuk tetap datang ke Bali dan menikmati keindahan alam dan budayanya. Karena pesona Bali pasti tak akan terlupakan terutama gadis Bali yang bernama ITIK Bali :D
read more "Pariwisata Bali tak Ramah Pada Wisatawan Dalam Negeri?"

Wednesday, 12 May 2010

Nanoe Biroe : Presiden yang memecahkan Rekor menyanyi Terlama

10 comments

Kalo ada kontes pemilihan presiden paling funky seluruh dunia pasti yang terpilih adalah Nanoe Biroe.

The President of Beduda, begitulah sebutannya. Pria berdarah asli Bali yang menyandang nama : I Made Mudita ini baru saja mengukir Prestasi sebagai pemecah Rekor MURI sebagai penyanyi yang menyanyikan lagi terlama selama 80 jam.


Disaksikan oleh Rakyat Beduda yang merupakan penggemar fanatik Nanoe Biroe serta didampingi oleh istri tercintanya, pria berusia 27 tahun itu selama 3 hari di lapangan Puputan Denpasara ia menyanyikan tak kurang dari 1100 lagu. Mulai lagu-lagu yang berasal dari albumnya yang sangat popular di Bali, sampai lagu Rock dan Pop yang ngetop.

Aksi yang dimulai sejak pukul 15.00 wita hari Jum’at tanggal 7 Mei 2010 itu tak henti-hentinya mendapatkan support dari penggemar fanatiknya. Sang Presiden nyentrik itu melantunkan lagu-lagu yang enak didengar. Dengan lagu penutup Indonesia Pusaka, tepat pada pukul 04.43 wita akhirnya Rekor MURI sebagai penyanyi yang pernah menyanyi terlama di Indonesiapun diserahkan kepadanya oleh Manajer Operasional MURI, Paulus Pangka.

Nanoe Biru telah berhasil mengalahkan Rekor sebelumnya yang dipecahkan oleh musisi asal Bandung yang bermain musik selama 70 jam.

Pria berambut gimbal ini, sangat dikenal masyarakat Bali sebagai penyanyi beraliran Rock. Lagu-lagunya yang atraktif serta penampilannya yang nyentrik, membuat ia semakin unik diantara penyanyi pop Bali lainnya yang semakin marak bermunculan.

Lagu-lagunya banyak melontarkan kritik masalah sosial seperti B*ngs*t teroris dan lain-lain. Saya sendiri banyak punya koleksi lagu-lagunya.

Dengan suara khasnya, pria Bali bertampang seram namun berhati lembut ini telah mengharumkan nama Bali di kancah Nasional.

Semoga suatu saat ia bisa eksis tak hanya di Bali, tapi di Blantika musik Nasional bahkan Internasional.


Go go Nanoe Biroe..Go go..The President of Beduda




read more "Nanoe Biroe : Presiden yang memecahkan Rekor menyanyi Terlama"

Monday, 3 May 2010

Kemana si Jalak Bali?

20 comments
Ini suatu pertanyaan beneran, bukan pernyataan dan gak mengada-ada.

Kemarin, hari minggu saya pulang kampung ke rumah nenek saya di Jembrana. Hari itu adalah hari otonan saya (Hari Ulang Tahun menurut kalender Bali) jadi ada sedikit upacara kecil yang biasa dilakukan nenek untuk cucu-cucunya.


Sepanjang perjalanan di daerah Yeh Embang Jembrana, ada pemandangan yang sangat bagus dimana di tengah tengah sawah banyak burung-burung beterbangan. Burung itu berbulu warna putih, kaki yang langsing, paruh kuning dan badannya tak terlalu besar.


Kemudian saya bertanya ke Ibu yang ada dibelakang boncengan motor saya.

“ Burung apa itu Bu?”


“ Oh itu Jalak Bali!” Kemudian dengan gaya sok tehu Ibu mulai menjelaskan, “ Jalak Bali itu adalah burung yang dilindungi karena hampir punah, banyak yang memburu karena harganya mahal dan diperdagangkan secara liar.”


Penjelasannya sih bener, tapi jenis burungnya yang salah. Barulah saya tahu, darimana sifat Sok Tahu saya ini menurun.


Hari gini?? Mana ada Jalak Bali berkeliaran bebas di luaran? Belum sampe sejam sudah habis disikat sama manusia-manusia tak bertanggung jawab dong!!
Saat ini, Jalak Bali masih ada di Cekik Taman Nasional Bali Barat di Jembrana (dekat Daerah Gilimanuk), meski jumlahnya tinggal beberapa ekor saja sih.

Saya sendiri belum pernah kesana dan belum pernah melihatnya.


Kabarnya, pada tahun 1999, sebanyak 39 ekor Jalak Bali yang berada di pusat penangkaran di Taman Nasional Bali Barat ini pernah di rampok. Padahal penangkaran ini bertujuan untuk melepasliarkan satwa yang terancam kepunahan ini ke alam bebas.


Jalak Bali atau Leucopsar rothschildi ditemukan oleh Dr. Baron Stressmann seorang ahli burung berkebangsaan Inggeris pada tanggal 24 Maret 1911 ini sangatlah mudah dikenali dengan ciri-ciri khusus, di antaranya memiliki bulu yang putih di seluruh tubuhnya kecuali pada ujung ekor dan sayapnya yang berwarna hitam. Jalak Bali memiliki pipi yang tidak ditumbuhi bulu, berwarna biru cerah dan kaki yang berwarna keabu-abuan. Antara burung jantan dan betina serupa.


Untuk menghindari kepunahan, Pemda Bali sendiri telah melakukan upaya dengan mendirikan pusat penangkaran yang salah satunya berada di Buleleng, Bali sejak 1995.


Hmmmm….
Semoga saja Maskot Bali yang cantik ini tetap lestari, dan sampai kapanpun bisa dilihat bebas beterbangan di alam. Bukan dilihat dengan ironis sedang berada dalam kerangkeng-kerangkeng besi.



read more "Kemana si Jalak Bali?"

Blog Archive

 

Beauty Case Copyright 2009 Fashionholic Designed by Ipietoon Blogger Template Sponsored by web hosting