
Silet dan singlet adalah 2 benda dengan bentuk dan fungsi yang berbeda. Meski di bila di ucapkan secara cepat akan menjadi sebuah kata yang sama. Kalo ngga percaya coba aja sendiri.
" Silet..Silet..Silet..Silet *kemudian keselek* Singlet..Singlet..Singlet*
Tuh kan beneran?
Silet adalah alat yang biasa dipakai oleh lelaki untuk bercukur. Bisa 2 sisinya tajam, bisa juga 1 sisinya saja yang tajam. Tekhnologi terbaru dalam dunia persiletan adalah membuat pisau cukur ini menjadi 2 lapisan.
Karena dikenal tajam, mengiris dan bisa membuat perih itulah akhirnya Silet menjadi sebuah tayangan infotainment yang diharapkan akan membawa berita paling aktual dan menguak tabir sisi gelap secara detail. Dengan motto : Menguak tabir setajam silet.
Infotainment itu hadir dengan gaya khas presenternya yang berbicara dengan bibir naik ke atas kebawah dan volume suara yang panjang pendek membuat pemirsanya menjadi seolah-olah sedang menyaksikan gossip paling hot dan paling sakral.
Tapi sayangnya ketajaman Silet dalam mengupas berita tentang Merapi sangat menyayat perih. Terutama ketika menyebut Jogja sebagai kota malapetaka dan mewartakan bahwa akan terjadi gempa besar di daerah Muntilan yang akhirnya justru membuat warga panik.
Akibat pemberitaan Silet yang ternyata tidak setajam silet akurasinya tersebut, silet dan presenternya saat itu, Fenny Rose menuai banyak kecaman terutama dari masyarakat Jogja dan mendapat sangsi keras dari KPI.
Akankah kejadian ini akan memberi pelajaran kepada Silet dan pelaku infotainment lainnya? Ataukah hanya di bekukan sementara?
Akankah Silet diubah judulnya menjadi Singlet? Dan merubah motonya menjadi : Setajam bau singlet.
Kita lihat saja nanti...



