Monday, 23 August 2010

Semangat Buat Eko Ramaditya Adikara


Semangat Buat Eko Ramaditya AdikaraPernyataan Pamit saya di itikbali.com merupakan Copas dari permohonan pamit dari Blogger tunanetra Eko Ramaditya Adikara atau yang kerap dipanggil Rama yang saya ambil dari Multiply-nya.

Berita ini mungkin sudah “kedaluarsa” untuk menjadi topik hangat di kalangan blogger sniper. Tapi saya sungguh tidak “tega” melihatnya di hujat sana-sini sebagai pembohong, tukang kibul dan sebagainya. Sebagai sesama blogger saya sendiri salut dengan keberaniannya mempertanggung jawabkan semua kesalahannya.

Saya mengenal sosok Eko Ramaditya Adikara, ketika ia tampil di TV one dalam sebuah sesi wawancara pagi. Rama tampil dengan menggunakan berkostum Jedi Knight lengkap dengan Lightsaber-nya. Ia diwawancarai seputar peluncuran bukunya Blind Power.

Terus terang, saya sangat kagum dengan prestasinya, terutama kemampuan menulisnya hingga ia menghasilkan karya yang menurut saya kelas berat. Sebagai sosok yang dikarunia kekurang sempurnaan, cowo yang pernah tampil di Kick Andi ini telah mampu membuktikan sebagai pemuda yang berprestasi. Sosoknya yang santun, lembut dan sederhana menggambarkan bahwa ia mirip sekali dengan tokoh-tokoh ksatria Jedi dalam Star Wars.

Namun. semenjak adanya pernyataan dari Rama di kotakgame.com tanggal 10 Agustus lalu Rama bersaksi di depan sejumlah awak Kotakgame serta memberikan pernyataan di atas materai bahwa ia telah melakukan kebohongan public dengan mengaku sebagai komposer asli musik game Jepang, seperti Super Mario Galaxy, Xenogears, FF Orgins. Padahal dirinya bukanlah yang membuat semua komposisi musik itu. Rama hanya memberi nama kembali file komposisi musik itu alias me-rename sebagai hasil karyanya menyebabkan perlahan-lahan popularitasnya sebagai penulis tunanetrapun terkikis.

Saya sedikit rada emosi ketika ada pernyataan di Kompasiana yang menghujatnya sebagai sosok yang tidak pantas untuk disebut sebagai pemuda berprestasi. Bahkan, mereka mengatakan,” apa coba prestasinya? Apa karena telah sukses membohongi jutaan orang dengan kisah menakjubkannya?”

Oh ya?

Jujurlah pada diri sendiri. Apa kita gak pernah bohong? Bahkan untuk diri sendiri.

Marilah kita lihat dari sudut pandang yang lain. Eko Ramaditya Adikara bukanlah sosok “jahat”. Ia hanya sedikit khilaf. Mungkin sebagai pengagum saya sedikit kecewa dengan kenyataan ini. Tapi, bagaimanapun juga manusia selalu tak lepas dari kesalahan.

Meski demikian, saya tetap salut pada sosok Rama, dan akan selalu menantikannya untuk berkarya kembali. Sayang bila bakat yang sedemikian besar menghilang hanya karena kesalahan setitik.

41 comments on "Semangat Buat Eko Ramaditya Adikara"

Ka Damar on 24 August 2010 at 00:36 said...

Selamat berjuang Sob ^^

Kang Sugeng on 24 August 2010 at 01:04 said...

kirain td mau pamit beneran, trnyata ini tentang si rama itu to... sdh membohongi jutaan pemirsa setia kick andy, termasuk saya, hu hu hu..

Vivieck on 24 August 2010 at 02:36 said...

dia bohong...tapi berani...sikap yg sangat jarang ditemui...

Anonymous said...

wah kamu bohongi aku ya, kirain kamu yg pamit
ntx

aishi lely on 24 August 2010 at 05:37 said...

perlu keberanian besar untuk mengakui suatu kesalahan... keren..!!

Anonymous said...

coba deh seandainya kalo ga didesek2 dan dicecar oleh membernya kotakgame, apakah rama bakalan membohongi Indonesia selama-lamanya? yang namanya ksatria itu kalo ngakunya berdasar inisiatif sendiri..

Hidup Seorang Blogger on 24 August 2010 at 07:01 said...

memang demikianlah manusia neng hanya karena nila setitik rusak susu sebelanga karena kesalahan kecil maka kebaikan akan dilupakan semua

Gusti on 24 August 2010 at 07:29 said...

satu kesalahan cukup untuk menghancurkan segalanya, tapi seribu kebaikan akan dianggap hal yang wajar..

albertus goentoer tjahjadi on 24 August 2010 at 07:57 said...

bener mbak... nggak ada manusia yang sempurna... justru kita harus meniru sikapnya yang berani mengakui kesalahan.. itu nggak gampang lho... salut untuk Rama dan moga apa yang telah terjadi bisa menjadi pelajaran berharga...untuk memperbaiki diri dan kembali berkarya...

mocca_chi on 24 August 2010 at 08:42 said...

yah at least brani mempertanggungjawabkan yak, klo ak paling uda ngilang ga jelas wkwkwk.

Fanda on 24 August 2010 at 08:42 said...

Pantesan ada pepatah, sekali lancung ke ujian, seumur hidup tak dipercaya (bener gak ya pepatahnya?). Kadang masyrakat itu memang kejam saat seseorang membuat sebuah kesalahan. Padahal tiap orang pasti membuat lebih dari 1 kesalahan sepanjang hidupnya tapi yg jarang diakui kalo gak ketauan. Kasus Rama memberi kita pelajaran untuk bersikap jujur, mau mengakui kesalahan dan yg terpenting pemaaf pada org yg berbuat kesalahan yg toh sebenarnya tak begitu merugikan kita.

Corat - Coret [Ria Nugroho] on 24 August 2010 at 10:43 said...

kasihan dia, padahal menurutku hebat seseorang yang mau mengakui kesalahan dia didepan banyak orang
dan kita sebagai sesama manusia harus bisa memaafkan, karena manusia itu kan nobody perfect
lagipula kayanya kebohongan dia tidak terlalu merugikan orang banyak, kenapa harus dihujat ckckckck
belum tentu orang yg menghujat bisa pintar, berjiwa besar seperti orang itu

Camajuyas on 24 August 2010 at 11:38 said...

betul sekali...mbak...butuh keberanian untuk mengakui kesalahan yang telah diperbuat.....

the others... on 24 August 2010 at 11:41 said...

Tak semua orang berani mengakui kesalahannya dan meminta maaf. apa yang dilakukan Rama memang salah tapi dia sudah berusaha membayar kesalahannya itu dengan meminta maaf.

Winny Widyawati on 24 August 2010 at 13:09 said...

Ayu udah baca di MP ada temen MPnya yg menghujat dia plus komentar2 yg menyakitkan jg tentang Rama. Untung ada juga yang bersimpati.
Menurutku, mengakui kesalahan di muka publik sudah merupakan hal yang berat, dan itu dilakukannya dg sadar. Kita harus menghargai kejujurannya saat ini untuk membayar kebohongannya di masa lalu. Org mau bertobat spt ini seharusnya didukung.

Bang Iwan on 24 August 2010 at 13:50 said...

ternyata ini toh Cak Ayu....

Anonymous said...

memang ga banyak orang yang berani mengakui kesalahan didepan umum. tapi lebih ga banyak juga orang yang berani ngibul supergede didepan umum. :D ckckck! emang bikin salut ya!

Nurwan on 25 August 2010 at 01:29 said...

Salut buat keberaniannya mengakui kesalahannya tp tetap saja hal itu mengurangi kekaguman saya pada rama.

Kalo dilihat dari perkembangan kasusnya dia ngaku karena udah kepepet dan nggak bisa berkelit lagi karena bukti2 kalo dia hanya penjiplak sudah sangat jelas dan desakan dari media-medi online semakin gencar, kalo nggak kepepet saya nggak yakin dia mau ngaku..bayangin bos dari tahun 2003 dia ngebohongin publik. Perlu dicatat dia pernah mengakui kebohongannya sebelum pengakuan ke publik (lewat media tv) sampai tanda tangan diatas materai tp nyatanya setelah pernyataannya tsb dia masih nongol di tv dan masih ngaku sebagai komposer lagu game dan kalo liat tayangan di tv one diakhir acara dia sempar mainkan instrument lagu pas ditanya apa ini lagu barunya eh dia jawab iyah padahal itu lagu buatan orang lain dan ngambil dari game juga...wtf, dah ngakui kesalahannya ko masih berani2 berbohong. Artinya emang si ramanya yang ngeyel..desakan datang lagi baru deh dia mau ngaku di tv.
Untung baik pihak yg dicaplok namanya sama dia nggak menuntut (terutama pihak nintendo) kalo mereka menuntut yah bisa dipidanakan si rama.

Jangan terlalu meremehkan masalah krn banyak orang jg dirugikan dengan perbuatan rama..minimal nama indonesia semakin identik dengan penjiplakan. Coba deh anda memposiskan diri sebagai orang yg kerjaanya bikin game ato komposer game apa nggak sakit hati dengan perbuatannya si rama dah susah2 bikin lagunya eh malah dicaplok sama orang lain, kalo sekedar caplok doang mah mungkin nggak masalah lah si rama kan dah ngaku sebagai komposer trus dia jual tuh lagu ke publik..kalo dah urusannya ma duit yah gini nih.
Btw, kalo mau lebih afdol pengakuannya harusnya rama juga meminta maaf dong sama komposer jepang yang dicatut karyanya.

Tapi yah sudah lah ini konsekuensinya memang begitu berani berbuat berani menanggung akibatnya, mudah2an dia nggak ngeyel melakukan lagi perbuatannya.

Yusnita Febri on 25 August 2010 at 11:14 said...

untuk masalah rama..
coba buang dulu sisi difabelnya, suapa tidak mengkasihani hanya gara2 dia tunanetra..
bagaimanapun yg dilakukan Rama bukan hal spele
kebetulan teman2 blog saya juga banyak yg berkerja di industri kreatif..
yang namanya me-rename tak ubahnya plagiat.
Namun juga tak dpungkiri kemampuan rama menulis dan menggunakan komputer memang patut di apresiasi.
Kedepan semoga tak diulangi lagi perbuatannya dan Rama bisa terus berkarya dengan haasil karya yg orisinil

rizkimufty on 25 August 2010 at 12:55 said...

kasian ya, prestasinya aja apa sih? aku gak pernah liat di tipii

Elsa on 25 August 2010 at 18:04 said...

hhm....
ya ya, sekarang aku tau.
aku juga pernah lihat si Rama ini di TV dan terkagum kagum sama kemampuannya membuat musik untuk games.
siapa yang gak salut dibuatnya??
pemuda indonesia tunanetra sedemikian hebatnya, pasti suah menginspirasi banyak pemuda indonesia lainnya.

soal dia yang minta maaf karena sudah membuat kebohongan publik... hhm, itu patut diacungi jempol ya
berani ngaku.
gak semua orang lho yang berani mengakui kesalahan.

Ariel dan Lunamaya aja sampe sekarang gak mau ngaku.

loh??
kok jadi kesana.
hubungannya apa?


hahahahaaa

BABY DIJA on 25 August 2010 at 18:05 said...

yaaa...sebaiknya jangan rename karya orang lain dong...
jadinya kan gini.

Hoeda Manis on 26 August 2010 at 02:04 said...

Yah, gara-gara nila seitik bali, jadinya rusak Ramaditya Adikara. :D

keong ratjun on 26 August 2010 at 02:42 said...

satu per satu pengakuan manusia menjadi hikmah bagi yang masih mau kembali bersikap jujur lahir-batin. Omong2, berapa jumlah pengakuan para penggede / umaro' / pemimpin masyarakat di Indonesia yang sudi mengakui dan menghukum dirinya demi kesatuan dan persatuan bangsa-negara NKRI? Siapa berani maju, ngaku ... berapa jumlah uang negara / rakyat yang udah kau sikat, dan kembalikan harta / jabatan / pangkat yang bukan hakmu ... hai para koruptor???!!!

Imtikhan on 26 August 2010 at 12:40 said...

Selamat Siang sobat
Ada Award buatmu
Silahkan lihat Disini
Terima kasih

sashimiboy on 27 August 2010 at 01:23 said...

Tidak mudah untuk minta maaf, terutama sekali ketika kita sudah dikenal berprestasi, sudah tenar, memilik kedudukan. Secara pribadi, permintaan maaf yang disampaikan Ramaditya, sungguh luar biasa. Sikap yang patut dicontoh oleh kita semua, khususnya para blogger

About Girls (http://about-girlsz.blogspot.com) on 27 August 2010 at 10:50 said...

well, selama dia mengakui kesalahannya saya rasa bukan masalah besar (Sayang sekali dy harus undur diri dari dunia maya)

keep in touch bang, no body perfect in this world

aLamathuR d'hileudjapanist II on 27 August 2010 at 11:49 said...

sewaktu dia menjadwalkan untuk menyampaikan maafnya via telp yang ditanyangkan tvOne beberapa waktu lalu, ternyata telp dia tak mengangkat hp.nya setelah beberapa kali coba dihubungi..

tapi 2 hari kemudian, dia muncul dalam salah satu sesi di Apa Kabar Malam (tvOne), dengan busana seadanya.. menyampaikan maafnya secara (saya lihat) benar2 tulus...

penjelasan yang diberikannya seputar kebohongan ini disampaikannya tanpa ada sedikitpun bernada PEMBELAAN DIRI.. tapi dengan lugas dia menceritakan kronologisnya secara natural dan mampu membuat saya (dan mungkin beberapa orang yang saat itu menontonnya) merasa terenyuh...

Salutt lah buat mas Rama.. dengan keberanian luar biasa, dia mampu mempertanggungjawabkan apa yang kemudian disadarinya sebegai sebuah kekeliruan dan kekhilafan diri..

dia dedikasikan permohonan maaf tersebut kepad Tuhan, masyarakat,... dan terutama dia berulang2 meminta maaf untuk ibunya tentang hal ini...

benar2 sebuah perjalanan hidup yang penuh inspirasi..

Tukang komen on 28 August 2010 at 09:15 said...

waah... kirain mau pamit beneran tik.....

Wong sikampuh on 29 August 2010 at 00:24 said...

Kasian ya dia

Sensationizer on 29 August 2010 at 03:55 said...

Wah, ternyata cuma karena itu jadi dituduh pembohong.

Kebohongan para blogger kan jauh lebih besar (ingat kata Mr. Roy Suryo, 68% blogger itu penipu huehehe...)

Ramaditya on 29 August 2010 at 19:12 said...

Insya allah I will be back. Let me fix myself for a while. Thanks to all...

johan ZeroSeven on 4 September 2010 at 08:03 said...

di satu sisi saya sangat kecewa, bagaimana bisa selama ini dia mengaku komposer musik game, bahkan hampir di setiap kemunculannya pasti dia memperkenalkan diri sebagai komposer musik game.Bisa di katakan ini adalh blunder terbesarnya.

namun di sisi lain saya sangat salut atas keberaniannya mengakua terhadap publik atas segala kesalahannya.

P. Budiningtyas on 6 September 2010 at 14:36 said...

setiap orang butuh sesuatu untuk eksis...mungkin dengan mengaku sebagai komposer musik game, bisa menolong ybs buat merasa eksis, dan bisa jadi itu sebuah balas dendam karena sebagai tuna netra, dia tidak dianggep sama sekali oleh orang2, bahkan mungkin ada yang langsung mencemoohnya

nh18 on 7 September 2010 at 05:33 said...

Semoga ini bisa menjadi pembelajaran bagi kita semua
bagi saya ...
bagi anda ...
juga bagi Rama ...

salam saya

bliyanbayem on 8 September 2010 at 13:52 said...

itulah.... nila setitik rusak susu sebelanga... tapi memang sayang juga jika bakat dia tenggelam oleh insiden kecil ini. yah, semangat!!

days of being dumb on 12 September 2010 at 20:25 said...

kalo dia berhenti gara-gara kasus ini, sayang juga.. semoga nanti dia balik lagi dengan karya-karya orisinilnya dia. :)

anggar berkawand on 12 September 2010 at 20:32 said...

iya...
anda benar kawand....
:D

acacicu on 19 September 2010 at 13:11 said...

Mas Rama memang bersalah. Tapi kan dia sudah melakukan permohonan maaf. Mengenai tulus tidaknya itu adalah urusan Mas Rama dengan Yang Di Atas. Sekarang tinggal kita, mau memberi maaf dan memberi kepercayaan (agar mas Rama bisa berkarya lagi)atau tidak..

mylitleusagi on 20 September 2010 at 18:26 said...

wah..ternyata oh ternyata..
aku baru tahu loh cerita ini..
yah begitulah hidup..
kadang hujan sehari akan menghapus panas selama setahun..
moga..moga bermanfaat buat kita ya...

lebih baik jadi diri sendiri daripada harus berbohong..

Anonymous said...

karyaa paan karya yg hoaxxx jujur wa lebih bangga akan prestasi wa yg biasa2 aja dri pda jdi tukang tipu bangsa

Post a Comment

Thank for dropping comment here
Please do not make spam comments
Because spam comments will be removed

Blog Archive

 

Beauty Case Copyright 2009 Fashionholic Designed by Ipietoon Blogger Template Sponsored by web hosting