Saturday, 1 May 2010

Memperingati Hari Buruh Sedunia (May Day)



Hari ini tanggal 1 Mei adalah peringatan Hari Buruh Sedunia atau lebih dikenal dengan May Day. Konon di beberapa Negara, hari buruh ini adalah hari libur sedunia. Tapi sayangnya kok di Indonesia tidak ya? (maunya) :P

Saya sendiri sebenernya hanya tahu sekelumit Hari Buruh Sedunia ini. Itupun dari hasil googling di Internet.

Meski Hari Buruh Sedunia dicanangkan pada tanggal 1 Mei namun peringatan pertama Hari buruh sedunia justru pada tanggal September 1882, dimana pada hari tersebut, parade Hari Buruh pertama diadakan di kota New York dengan peserta 20.000 orang yang membawa spanduk bertulisan 8 jam kerja, 8 jam istirahat, 8 jam rekreasi.

Penobatan Hari Buruh Sedunia tanggal 1 Mei, didasarkan pada Peristiwa Haymarket dimana pada tanggal 1 Mei tahun 1886, sekitar 400.000 buruh di Amerika Serikat mengadakan demonstrasi besar-besaran untuk menuntut pengurangan jam kerja mereka menjadi 8 jam sehari.

Di Indonesia sendiri, peringatan Hari Buruh ini, meski bukan libur umum, para pekerja seringkali meliburkan diri (tidak melakukan pekerjaan seperti biasanya) dengan melakukan Demonstrasi menuntut Hak-hak mereka yang layak sebagai buruh.

Ironis memang, inilah satu-satunya hari Internasional yang peringatannya tak seperti hari-hari besar lainnya bukan dilakukan dengan sujud syukur, upacara bendera atau perayaan hiburan melainkan dengan Demonstrasi.

Kejadian Demo Buruh selalu terjadi di berbagai belahan dunia, dan sepertinya tak pernah habis rasa ketidak puasan untuk menuntut kewajiban sebagai pekerja yang harus diperlakukan secara manusiawi. Entah karena sebuah systemnya atau mental dari pengusahanya.

Rasanya kesepakatan antara buruh dan pengusaha menjadi suatu harga yang mahal dan langka. Tak jarang, demi menuntut haknya terjadi berbagai macam bentrokan kepentingan yang berakhir menjadi bentrokan fisik.

Saya jadi ingat nasehat orang tua :

Baik-baiklah belajar Nak, supaya kelak mendapatkan pekerjaan yang bagus. Mendapatkan kedudukan yang baik, dan mendapatkan gaji yang layak serta kalo bisa dapet suami yang kaya pula :D


Dan saya pun berangan, kelak akan mendapatkan semuanya, yah saya bertekad akan menempatkan cita-cita saya setinggi langit untuk meraihnya. Tapi demi mendapatkan pekerjaan yang layak, tentu tidaklah mudah.

Apalagi di era globalisasi seperti ini. Persaingan begitu ketat. Jangankan pekerjaan layak, seorang sarjana menjadi OB saja sudah sukur pada saat sangat kepepet setelah beberapa tahun menganggur.

Dan melihat demo besar-besaran yang dilakukan oleh para buruh menuntut kenaikan gaji, menuntut fasilitas yang layak, meminta ini dan itu kadang terbersit dalam pikiran saya yang tak normal ini : Kok kaya dikasih hati meminta ampela ya?

Dulu sebelum saja bekerja pengin dapet kerjaan, sekarang sudah kerja malah menuntut sesuatu yang lebih.

Mungkin memang begitulah sifat manusia, kadang suka ngga bersyukur dengan keadaannya. Gak melihat di sekelilingnya, bahwa meski kadang gajinya kecil, upahnya minimum tapi masih untung punya kerjaan, masih untung punya gaji yang diandalkan tiap bulan, gak kaya pengangguran yang bingung mau kemana dan bagaimana mendapatkan uang.

Pengusaha juga demikian, seharusnya sadar kalau usahanya tak akan berjalan lancar tanpa adanya dukungan dari pekerjanya, jadi sudah selayaknya bila ia memberikan upah dan hak yang layak dari hasil kerjanya.

Seperti kata pepatah : Bayarlah upah mereka sebelum kering keringatnya.

Menurut saya kaum pekerja atau kaum buruh adalah orang yang paling beruntung, karena hanya bermodalkan ijazah, kepandaian, ketrampilan dan tenaganya tanpa mengeluarkan uang sepeserpun untuk modal, seperti halnya pedagang dan wiraswasta, dia bisa mendapatkan uang setiap bulan (meski terbatas).

Selagi masih punya kesempatan bekerja, selagi masih ada rejeki dari gaji, rasanya tidak berlebihan kalau musti bersyukur dan melakukan pekerjaan sebaik-baiknya.



HAPPY MAY DAY




16 comments on "Memperingati Hari Buruh Sedunia (May Day)"

Fahrani Nisrina on 1 May 2010 at 13:43 said...

wah selamat hari buruh! hehe mau dong dapet gaji layak + suami kaya hehehehe

Sou Stalker on 1 May 2010 at 14:09 said...

wah,saya juga baru tau kalau hari ini hari buruh sedunia,,met hari buruh ya itik. .( loh,koq jadi ngucapin ke itik ? XD )

Noor's blog (inside of me ) on 1 May 2010 at 14:10 said...

Sepertinya memang harus begitu non, pengusaha dan buruh harus sama2 merasa untung...jangan hanya pengusaha yang untung sedangkan buruh yang buntung....
Tapi kalo sudah dapat suami kaya, ngapain juga jadi buruh non...he..he

Salam hangat & sukses selalu...
Met wiken...

Fajar on 1 May 2010 at 15:21 said...

pengusaha dan buruh...suatu simbiosis mutualisme..

JHONI on 1 May 2010 at 15:26 said...

hehehehehe.........pemikiran yang hebat tuh yu!?!?!?!

memang perbedaan kepentingan anatar majikan dan buruh akan selalu menimbulkan konflik!!!! yah semoga saja selalu damai negeriku *lho*

kesehaRian Ra-Kun on 1 May 2010 at 16:10 said...

buruh di Indonesia masih banyak yang sengsara ya..

ohya, semoga apa ytang dinasehatkan orangtuanya tercapai :p

joe on 1 May 2010 at 16:13 said...

semoga perjungan mereka tidak sia-sia ...

siroel on 1 May 2010 at 16:52 said...

baca-baca aja...

bw.

vany on 1 May 2010 at 17:56 said...

selamat hari buruh ya....
semoga ke depannya akan lebih banyak lapangan pekerjaan di negeri kita... :D

Jazz Muhammad on 1 May 2010 at 21:28 said...

teteh, gimana kalo sebaiknya bikin usaha saja..
jadi wirausaha..nah, kan malah membuka usaha

ya memang sih g nyambung, tapi ini solutif

siplah

oya mengenai ini
"Kok kaya dikasih hati meminta ampela"

itu dari bahasa jawa ya, "diwenehi ati ngerogoh rempelo..."

Vicky Laurentina on 2 May 2010 at 00:19 said...

Kalau lagi May Day tuh, aku pasti nggak mau keluar rumah. Soalnya buruh-buruh itu kalo lagi demo sering banget bikin macet. Dikiranya jalan punya sendiri ya?

TRIMATRA on 2 May 2010 at 03:12 said...

Sebagai pengusaha ketika di hadapkan pada persaingan harga murah , maka yang paling sering dikorbankan adalah buruh. dengan menekan gaji mereka ke tingkat paling rendah. solusi yang tidak humanis memang tapi itulah alternatif teraman jika tak ingin usahanya bangkrut.

miris nasib buruh jadinya,,

@undefined post : makasih dah dikasih solusinya

KucingTengil on 2 May 2010 at 03:26 said...

Semoga aja dapat terjalin hbgn kerjasama yg harmonis antara buruh dan si pengupahnya

TUKANG COLONG on 2 May 2010 at 12:01 said...

di jaman sekarang konteks buruh gag cuma sebagai pekerja kasar..Hidup buruh! :)

bintang on 2 May 2010 at 23:14 said...

sebagai buruh
mbak juga memperingati nya dengan libur
jalan-jalan dan nonton serta hunting buku
ah sebuah perayaan sederhana tapi heran yah kok di indonesia hari buruh bukan hari libur nasional??

BlogCamp on 3 May 2010 at 10:35 said...

Sayangnya acara hari buruh ada saja rusuh, mbkar ini-mbakar itu.
Mbok ya yang tertib rek, rakyat bosan jika terus rusuh kayak gitu.

Salam hangat dari BlogCamp yang sedang menggelar acara Liga Tertawa.
Ikut donk Wik, ada hadiah murahan tapi tetap menarik dan bermanfaat.
Tak tunggu ya nduk

Post a Comment

Thank for dropping comment here
Please do not make spam comments
Because spam comments will be removed

Blog Archive

 

Beauty Case Copyright 2009 Fashionholic Designed by Ipietoon Blogger Template Sponsored by web hosting