Monday, 3 May 2010

Kemana si Jalak Bali?


Ini suatu pertanyaan beneran, bukan pernyataan dan gak mengada-ada.

Kemarin, hari minggu saya pulang kampung ke rumah nenek saya di Jembrana. Hari itu adalah hari otonan saya (Hari Ulang Tahun menurut kalender Bali) jadi ada sedikit upacara kecil yang biasa dilakukan nenek untuk cucu-cucunya.


Sepanjang perjalanan di daerah Yeh Embang Jembrana, ada pemandangan yang sangat bagus dimana di tengah tengah sawah banyak burung-burung beterbangan. Burung itu berbulu warna putih, kaki yang langsing, paruh kuning dan badannya tak terlalu besar.


Kemudian saya bertanya ke Ibu yang ada dibelakang boncengan motor saya.

“ Burung apa itu Bu?”


“ Oh itu Jalak Bali!” Kemudian dengan gaya sok tehu Ibu mulai menjelaskan, “ Jalak Bali itu adalah burung yang dilindungi karena hampir punah, banyak yang memburu karena harganya mahal dan diperdagangkan secara liar.”


Penjelasannya sih bener, tapi jenis burungnya yang salah. Barulah saya tahu, darimana sifat Sok Tahu saya ini menurun.


Hari gini?? Mana ada Jalak Bali berkeliaran bebas di luaran? Belum sampe sejam sudah habis disikat sama manusia-manusia tak bertanggung jawab dong!!
Saat ini, Jalak Bali masih ada di Cekik Taman Nasional Bali Barat di Jembrana (dekat Daerah Gilimanuk), meski jumlahnya tinggal beberapa ekor saja sih.

Saya sendiri belum pernah kesana dan belum pernah melihatnya.


Kabarnya, pada tahun 1999, sebanyak 39 ekor Jalak Bali yang berada di pusat penangkaran di Taman Nasional Bali Barat ini pernah di rampok. Padahal penangkaran ini bertujuan untuk melepasliarkan satwa yang terancam kepunahan ini ke alam bebas.


Jalak Bali atau Leucopsar rothschildi ditemukan oleh Dr. Baron Stressmann seorang ahli burung berkebangsaan Inggeris pada tanggal 24 Maret 1911 ini sangatlah mudah dikenali dengan ciri-ciri khusus, di antaranya memiliki bulu yang putih di seluruh tubuhnya kecuali pada ujung ekor dan sayapnya yang berwarna hitam. Jalak Bali memiliki pipi yang tidak ditumbuhi bulu, berwarna biru cerah dan kaki yang berwarna keabu-abuan. Antara burung jantan dan betina serupa.


Untuk menghindari kepunahan, Pemda Bali sendiri telah melakukan upaya dengan mendirikan pusat penangkaran yang salah satunya berada di Buleleng, Bali sejak 1995.


Hmmmm….
Semoga saja Maskot Bali yang cantik ini tetap lestari, dan sampai kapanpun bisa dilihat bebas beterbangan di alam. Bukan dilihat dengan ironis sedang berada dalam kerangkeng-kerangkeng besi.



20 comments on "Kemana si Jalak Bali?"

Rubiyanto on 3 May 2010 at 14:40 said...

sama, aku juga belum pernah melihatnya, tapi lihat gambarnya ternyata burung ini keren banget, bukunya halus ..., tapi sudah menjadi makhluk langka ya ....

gooo blog on 3 May 2010 at 15:13 said...

aQ juGa ngGak perNah...

duLu sih pernah liat, itupun dibuku waktu SMA...

hehehe....

BLi Bertuah on 3 May 2010 at 17:35 said...

Hmm... "Hari Otonan" ya...
kq ga bilanf Ay .. :D

NanLimo on 3 May 2010 at 17:49 said...

Mari lesatarikan Jalak Bali dan Itik Bali.. upss...
Hmm .. "Hari Otonan" ya...
kq ga bilang2 Ay ... :D

Jazz Muhammad on 3 May 2010 at 21:28 said...

aduh jadi sedih bacanya teh...
ayo selamatkan lingkungan demi spesies2 ini..

Clara on 4 May 2010 at 01:31 said...

itu burungnya keren loh keliatannya
sayang kalo sampe punah

AISHALIFE-LINE on 4 May 2010 at 06:28 said...

Saya belum pernah melihat burung jalak bali.Yang gemana ya burungnya?

Sang Cerpenis bercerita on 4 May 2010 at 12:44 said...

hmm...keren ya warna bulunya.

genial on 4 May 2010 at 16:16 said...

maskot cantik untuk daerah yang cantik pula...
huehehehe... laen kali, mbo' iia saiia tokh yg di bonceng.. gmn?!?!?

Tour, Food, and Health on 4 May 2010 at 21:00 said...

burung yang cantik...sayang kalo punah ya...^_^

fajar on 5 May 2010 at 08:30 said...

jalak bali sangatlah eksotik...sehingga menjadi buruan para hobis....untung saat ini sudah ada yang bisa menangkarkannya....

darahbiroe on 5 May 2010 at 12:31 said...

wah
burung2 dan hewan2 di indonesia
makin berkurang banyak
sungguh itu dikarenakan ulah manusia

antok on 5 May 2010 at 12:35 said...

wah
manusia penyebab kerusakan terbesar
sampai hewan2 banyak yang punah
:((

Lilah on 5 May 2010 at 14:38 said...

Ihh..si jalak bali, cantik bener..pasti si itik bali juga lebih cantik ya..

forumwargaselatpanjang on 6 May 2010 at 15:12 said...

sama donk..
ku juga um pernah liat jalak bali..
palingan dari duit celeng yang hargaan 50 rupiah itu loh..
wakakakakakkaka...
maklum mbak...
wong deso orang ngerti opo2...
sebelnya...
:h:

nietha on 6 May 2010 at 16:07 said...

jalak bali nggak ada ganti itik bali aja deh

Miss Rinda on 6 May 2010 at 19:04 said...

aduh kasian ya kalo punah :m:

ih blognya bagus banget,kk follow ayu y ^^

aktifis sandal jepit on 7 May 2010 at 05:09 said...

dulu waktu kebali,saya nggak melihat burung ini...
saya kira malah sudah punah.semoga masih ada orang2 yang berusaha membudidayakan jalak bali untuk kepentingan pelestarian kekayaan alam..

kusuma on 13 May 2010 at 12:38 said...

kalo didenpasar coba aja lihat dikantor gubernur bali di niti mandala renon.

infonya penangakarannya lumayan berhasil jadi populasinya juga sudah lumayan meningkat

ntiem's on 17 June 2010 at 17:39 said...

jalak bali dah hampir punah
maka jangan biarkan itik bali punah
hahaha.....

Post a Comment

Thank for dropping comment here
Please do not make spam comments
Because spam comments will be removed

Blog Archive

 

Beauty Case Copyright 2009 Fashionholic Designed by Ipietoon Blogger Template Sponsored by web hosting