Sunday, 1 November 2009

Pengabdian Tanpa Pamrih Bidan Eros Rosita



Sore hari ini saya nonton acara Kick Andy, acara Favorit saya. Disitu ditayangkan tentang perjuangan seorang Bidan wanita bernama : Eros Rosita.

Wanita Sunda berwajah cantik itu telah berhasil mendapatkan Danamon Award 2008 untuk Katergori Individu. Mungkin juga Bidan Rosita juga berhak menerima penghargaan seperti halnya Blackinnovationawards, karena ketulusan pengabdiannya.

Sahabat Black Community, sesuatu yang dilakukan dengan hati, akan membuahkan hasil yang berarti pula. Kata-kata itu layak ditujukan kepada bidan Eros Rosita. Selama 12 tahun pengabdiannya sebagai bidan modern ditengah-tengah suku Badui yang terkenal dengan adat istiadat yang keras dan kolot.

Tak mudah mengawali langkah bagi Bidan Eros Rosita untuk menjelajah dan mendobrak tradisi tentang mitos kesehatan di tengah suku Baduy yang telah berpuluh-puluh tahun lebih percaya pada pengobatan dukun ketimbang pengobatan modern.

Namun melalui perjuangan dan tekat yang kuat, Bidan Eros Rosita pantang menyerah. Tujuannya hanya satu, pengabdian. Dan pengabdian Bidan Eros Rosita ini tanpa dibayar karena suku Badui hanya mengenal alat pembayaran dengan barter.

Awalnya, Rosita kerap ditolak atau kehadirannya tidak dihiraukan. Perlakuan seperti itu jelas membuat mental tenaga medis biasa jatuh. Sebab, mencapai lokasi-lokasi perkampungan Badui membutuhkan tenaga ekstra.

Tenaga medis paling tidak harus berjalan kaki selama satu hingga enam jam di jalan setapak menembus hutan dan menyeberangi sungai. Jarak untuk sampai di titik-titik perkampungan Badui Dalam yang paling jauh mencapai 15-20 kilometer dengan medan menanjak dan menurun.


Momen keberhasilan Bidan Ros terjadi ketika ada wabah prambusia atau penyakit merah, salah satu penyakit kulit yang menular pada 1999-2000. Penyuntikan dan pengobatan pun dilakukan di hadapan puluhan pasang mata termasuk salah satu dukun lokal.

Setelah melakukan beberapa kali pengobatan dan puluhan kilometer berjalan kaki bolak-balik dari pedalaman ke perkampungan, akhirnya pasien itu pun sembuh. Sejak saat itu, dari mulut ke mulut nama Bidan Ros mulai dikenal. Karena komunitas mereka yang terbatas, informasi pun cepat sekali menyebar sampai ke 59 kampung di Badui.


Buah dari pengabdian Ibu Eros Rosita tidak sia-sia, karena setelah acara Kick Andy, beliau mendapatkan bantuan mobil kesehatan yang mampu membantunya menangani persalinan suku Badui Dalam yang selama ini belum mampu dia tangani.

Hidup penuh perjuangan dan Bidan Eros Rosita mampu memahami arti perjuangan hidup..





8 comments on "Pengabdian Tanpa Pamrih Bidan Eros Rosita"

matabku on 2 November 2009 at 01:15 said...

selamat ibu eros atas penghargaannya dalam pengabdianya

Tisti Rabbani on 3 November 2009 at 00:01 said...

hahaha...kirain rumahnya sapa...
taunya si eneng dr Bali...

keren Tik...
pokoknya mah, mbk tisti doakan supaya kamu menang di black competition ini...

ayo, ayo..artikelnya di banyakin lagi..
semangatt!!

Itik Bali on 3 November 2009 at 11:42 said...

@ Matabku : thanks ya
@ Mba Tisti : he..he

yanuar catur rastafara on 3 November 2009 at 17:45 said...

salut untukmu,,
heh,, ini itik kok langsung mengacungkan tangan yah??
hahaha

Itik Bali on 4 November 2009 at 08:41 said...

:h:

Munir Ardi on 4 November 2009 at 14:00 said...

salam kenal mbak saya orang baru singgah untuk menawarkan persahabatan tulus

fahmi-fasha on 6 November 2009 at 11:48 said...

sangat menarik artikelnya...
btw salam perkenalan dari komunitas blogger bekasi
mau tau acara terbentuknya silahkan lihat di Launching BeBlog :d:

Astaga.com lifestyle on the net on 18 February 2010 at 05:22 said...

wah salut banget buat ibu eros rosita

Post a Comment

Thank for dropping comment here
Please do not make spam comments
Because spam comments will be removed

Blog Archive

 

Beauty Case Copyright 2009 Fashionholic Designed by Ipietoon Blogger Template Sponsored by web hosting