Wednesday, 28 October 2009

Si Hitam Manis itu bernama Black Forest



Kalo saya boleh bilang : Ibu adalah wanita paling cerewet di dunia. Bila ada lomba kecerewetan saya yakin beliaulah pemenangnya.

Hampir setiap hari suaranya tak pernah berhenti mengomeli kami. Mulai bangun pagi, saat sebelum Fajar menyambut, kami harus sudah bangun, saat ruh belum lagi genap seluruhnya kami, harus bersiap membereskan seisi rumah. Pagi yang kadang membuat kami tergupuh-gupuh. Bukan karena kami kekurangan waktu untuk berbenah, tapi karena suara ibu yang tak henti mensabdakan titahnya.

Sementara ayah duduk mengamati kami bersibuk ria dengan menghisap Djarum Black Menthol dalam-dalam. Ditengah keruwetan dan hingar bingar pagi, suara kokok ayam jantan tetangga sebelah dan Adzan subuh beliau tetap tenang, tak sedikitpun ada suara gusar.

Kadang saya heran, di tengah abnormalitas yang kelihatannya normal, mengapa dua kutub yang berbeda itu bisa saling menyatu dan bertahan dengan sukses hingga perkawinan mereka berusia lebih dari usia saya yang kini tengah memasuki akil balig. Hidup ini simple. Itulah Cinta.

Segala rutinitas dan abnomalitas itulah yang membuat kami menghirup indahnya hidup. Tanpa beban dan ada saling kehilangan bila salah satu tak hadir.

Seperti saat adek saya berulang tahun. Ibu menjadi 10 kali lebih repot dari hari biasa. Dan itu berarti beliau akan menjadi pangkat 10 cerewetnya.

Saat ayah bilang, buat apa sih, harus di rayakan? Toh besok atau tahun depan akan menjadi hari biasa lagi.

Ibu akan segera membantahnya, Setahun sekali, menyenangkan anak apa salahnya? Lagian ini bentuk syukur kita masih bisa berRizki hingga detik ini.


Ayah dalam diamnya kembali menikmati sensasi sebatang Djarum Black Slimz

Suatu keputusan akhir. Sebuah kue ulang tahun bertabur coklat tebal dan buah cherry terhidang manis di sudut meja untuk dipotong sebahagian perbagian bagi yang mengkhidmati perayaan setahun sekali itu.


Black Forrest
Manis, legam, Zebra
Gak, kadang sedikit lembek
Sendok atau garpu
Tolong buat saya potongan lebih besar

Kenapa harus Black Forrest ya namanya? Kenapa bukan lemper, pisang goreng atau combro?
Ah nama yang kurang pas untuk kue yang konon berasal dari Jerman itu.

Sesungguhnya ia asli berdarah Jerman. Dengan nama asli Schwarwalderkirschtorte, yang aslinya adalah black forest cherry torte (torte dalam bahasa Jerman berarti cake).

Ia lahir sekitar abad ke-16 di Black Forest Region di propinsi Baden-Wuerttemberg, Jerman. Diberi nama black forest karena sejak awal kelahirannya, kue ini dianggap menyimpan misteri kegelapan diantara cokelat yang menutupinya. Oleh para pembuatnya di masa itu, Black Forest sering ditambahkan whipped cream dan buah cherry berwarna merah untuk memberi kesan romantis.

Wajar juga rasanya kalo si kue bule satu ini akhirnya menjadi rebutan antara saya dan adek. Dan ibu akan berteriak melengkapi kecerewetannya hari itu.

Nikmat…




6 comments on "Si Hitam Manis itu bernama Black Forest"

koong on 29 October 2009 at 11:07 said...

bikin laper... nyem nyem :)

Itik Bali on 30 October 2009 at 15:33 said...

manis rasanya...

ALfred's blog on 30 October 2009 at 23:46 said...

wah komen saya hilang hehe
maaf kalo kurang berkenan...

Schwarwalderkirschtorte, coba seanfainya para tukang roti di bali lebih mengenal black forest dengan nama jermannya, kira-kira, apa yang terjadi????

salam hangat dari denpasar :D
Setelah Punya Tujuan, Now What??

Itik Bali on 3 November 2009 at 11:46 said...

@ Bang Alfred : komennya gak hilang, tapi di blog satunya

Sang Cerpenis bercerita on 16 November 2009 at 09:47 said...

blog baru ya? ada unsur lombanya nih. yummy se yummy kue nya.

Lumbunghati on 18 November 2009 at 11:06 said...

sayang ga bsia ikut menikmati

Post a Comment

Thank for dropping comment here
Please do not make spam comments
Because spam comments will be removed

Blog Archive

 

Beauty Case Copyright 2009 Fashionholic Designed by Ipietoon Blogger Template Sponsored by web hosting