Pernyataan Pamit saya di itikbali.com merupakan Copas dari permohonan pamit dari Blogger tunanetra Eko Ramaditya Adikara atau yang kerap dipanggil Rama yang saya ambil dari Multiply-nya.Berita ini mungkin sudah “kedaluarsa” untuk menjadi topik hangat di kalangan blogger sniper. Tapi saya sungguh tidak “tega” melihatnya di hujat sana-sini sebagai pembohong, tukang kibul dan sebagainya. Sebagai sesama blogger saya sendiri salut dengan keberaniannya mempertanggung jawabkan semua kesalahannya.
Saya mengenal sosok Eko Ramaditya Adikara, ketika ia tampil di TV one dalam sebuah sesi wawancara pagi. Rama tampil dengan menggunakan berkostum Jedi Knight lengkap dengan Lightsaber-nya. Ia diwawancarai seputar peluncuran bukunya Blind Power.
Terus terang, saya sangat kagum dengan prestasinya, terutama kemampuan menulisnya hingga ia menghasilkan karya yang menurut saya kelas berat. Sebagai sosok yang dikarunia kekurang sempurnaan, cowo yang pernah tampil di Kick Andi ini telah mampu membuktikan sebagai pemuda yang berprestasi. Sosoknya yang santun, lembut dan sederhana menggambarkan bahwa ia mirip sekali dengan tokoh-tokoh ksatria Jedi dalam Star Wars.
Namun. semenjak adanya pernyataan dari Rama di kotakgame.com tanggal 10 Agustus lalu Rama bersaksi di depan sejumlah awak Kotakgame serta memberikan pernyataan di atas materai bahwa ia telah melakukan kebohongan public dengan mengaku sebagai komposer asli musik game Jepang, seperti Super Mario Galaxy, Xenogears, FF Orgins. Padahal dirinya bukanlah yang membuat semua komposisi musik itu. Rama hanya memberi nama kembali file komposisi musik itu alias me-rename sebagai hasil karyanya menyebabkan perlahan-lahan popularitasnya sebagai penulis tunanetrapun terkikis.
Saya sedikit rada emosi ketika ada pernyataan di Kompasiana yang menghujatnya sebagai sosok yang tidak pantas untuk disebut sebagai pemuda berprestasi. Bahkan, mereka mengatakan,” apa coba prestasinya? Apa karena telah sukses membohongi jutaan orang dengan kisah menakjubkannya?”
Oh ya?
Jujurlah pada diri sendiri. Apa kita gak pernah bohong? Bahkan untuk diri sendiri.
Marilah kita lihat dari sudut pandang yang lain. Eko Ramaditya Adikara bukanlah sosok “jahat”. Ia hanya sedikit khilaf. Mungkin sebagai pengagum saya sedikit kecewa dengan kenyataan ini. Tapi, bagaimanapun juga manusia selalu tak lepas dari kesalahan.
Meski demikian, saya tetap salut pada sosok Rama, dan akan selalu menantikannya untuk berkarya kembali. Sayang bila bakat yang sedemikian besar menghilang hanya karena kesalahan setitik.

