Showing posts with label DeJavu. Show all posts
Showing posts with label DeJavu. Show all posts

Monday, 23 August 2010

Semangat Buat Eko Ramaditya Adikara

39 comments
Semangat Buat Eko Ramaditya AdikaraPernyataan Pamit saya di itikbali.com merupakan Copas dari permohonan pamit dari Blogger tunanetra Eko Ramaditya Adikara atau yang kerap dipanggil Rama yang saya ambil dari Multiply-nya.

Berita ini mungkin sudah “kedaluarsa” untuk menjadi topik hangat di kalangan blogger sniper. Tapi saya sungguh tidak “tega” melihatnya di hujat sana-sini sebagai pembohong, tukang kibul dan sebagainya. Sebagai sesama blogger saya sendiri salut dengan keberaniannya mempertanggung jawabkan semua kesalahannya.

Saya mengenal sosok Eko Ramaditya Adikara, ketika ia tampil di TV one dalam sebuah sesi wawancara pagi. Rama tampil dengan menggunakan berkostum Jedi Knight lengkap dengan Lightsaber-nya. Ia diwawancarai seputar peluncuran bukunya Blind Power.

Terus terang, saya sangat kagum dengan prestasinya, terutama kemampuan menulisnya hingga ia menghasilkan karya yang menurut saya kelas berat. Sebagai sosok yang dikarunia kekurang sempurnaan, cowo yang pernah tampil di Kick Andi ini telah mampu membuktikan sebagai pemuda yang berprestasi. Sosoknya yang santun, lembut dan sederhana menggambarkan bahwa ia mirip sekali dengan tokoh-tokoh ksatria Jedi dalam Star Wars.

Namun. semenjak adanya pernyataan dari Rama di kotakgame.com tanggal 10 Agustus lalu Rama bersaksi di depan sejumlah awak Kotakgame serta memberikan pernyataan di atas materai bahwa ia telah melakukan kebohongan public dengan mengaku sebagai komposer asli musik game Jepang, seperti Super Mario Galaxy, Xenogears, FF Orgins. Padahal dirinya bukanlah yang membuat semua komposisi musik itu. Rama hanya memberi nama kembali file komposisi musik itu alias me-rename sebagai hasil karyanya menyebabkan perlahan-lahan popularitasnya sebagai penulis tunanetrapun terkikis.

Saya sedikit rada emosi ketika ada pernyataan di Kompasiana yang menghujatnya sebagai sosok yang tidak pantas untuk disebut sebagai pemuda berprestasi. Bahkan, mereka mengatakan,” apa coba prestasinya? Apa karena telah sukses membohongi jutaan orang dengan kisah menakjubkannya?”

Oh ya?

Jujurlah pada diri sendiri. Apa kita gak pernah bohong? Bahkan untuk diri sendiri.

Marilah kita lihat dari sudut pandang yang lain. Eko Ramaditya Adikara bukanlah sosok “jahat”. Ia hanya sedikit khilaf. Mungkin sebagai pengagum saya sedikit kecewa dengan kenyataan ini. Tapi, bagaimanapun juga manusia selalu tak lepas dari kesalahan.

Meski demikian, saya tetap salut pada sosok Rama, dan akan selalu menantikannya untuk berkarya kembali. Sayang bila bakat yang sedemikian besar menghilang hanya karena kesalahan setitik.
read more "Semangat Buat Eko Ramaditya Adikara"

Saturday, 22 May 2010

Definisi kata “Bodoh”

9 comments

Waktu SD saya punya temen yang hampir semua orang termasuk guru (dan saya juga) menjuluki dan mengejeknya dengan sebutan : bodoh.

Ia hampir tak pernah mendapatkan nilai ulangan yang bagus. Bahkan ia pernah tak naik kelas sampai 2 kali. Kata bodoh yang ditujukan kepadanya mengandung arti yang sangat mendasar tentang ketidakmampuan otak dalam menyelesaikan persoalan/pekerjaan.

Waktu itu saya sama sekali belum tahu bahwa definisi kata “bodoh” yang ditujukan kepadanya adalah suatu hal yang paling menyakitkan.

Sekarang,

Setelah saya semakin dewasa dan mengerti, saya mulai menyadari bahwa sebenernya yang bodoh dan melakukan kebodohan dengan melecehan terhadap kemampuannya adalah saya.

Saat ini pergeseran pemikiran dengan menyebutkan kata “bodoh” atau melakukan kebodohan cenderung ditujukan kepada diri sendiri yang kadang tak mengerti dan melakukan kesalahan padahal sudah tahu yang dilakukan itu bakalan menimbulkan sakit atau sengsara.

Kebodohan calon pemimpin yang melahirkan janji-janji kosong, bila kelak terpilih akan memperbaiki jalan, prasarana, infrastruktur dan sebagainya. Ataukah rakyat yang sengaja dibodoh-bodohi agar mau memilihnya demi kepentingan suatu golongan.

Penguasa kita banyak yang bodoh karena ternyata tak mampu menyelesaikan persoalan yang nyata-nyata sudah ada sejak dulu. Lumpur Lapindo, Markus, Bank Century, semua ada dan tercipta akibat tindakan-tindakan bodoh yang tidak sesuai dengan janji-janji pada saat sebelum berkuasa.

Meski sekarang kata bodoh bukan lagi di tujukan kepada kemampuan intelegensia tapi kata bodoh tetap saja mengandung arti ketidakmampuan mencerna sebuah kegiatan atau kejadian yang sesungguhnya sehingga merugikan diri sendiri.

Seperti halnya sudah tahu merokok itu bisa menyebabkan sakit paru-paru bahkan kanker tapi tetap saja dilakukan. Mengkonsumsi narkoba, sudah tahu merusak segala-galanya tapi masih saja di teruskan. Percaya pada segala jenis ramalan padahal sudah tahu belum tentu benar.

Bila begitu banyak kebodohan telah dilakukan apakah kita memang sejatinyabenar-benar bodoh?




read more "Definisi kata “Bodoh”"

Wednesday, 3 March 2010

Terimakasih untuk tidak memasang Foto Berdua pada Foto Profil di Facebook.

17 comments

Beberapa waktu lalu teman saya si Ami datang bercurhat ria kepada saya. Sambil menangis tersedu-sedu sesenggukan dia bercerita kalo mantannya yang baru putus 2 minggu lalu mengupload foto-foto berdua dengan pacar barunya.

Yang lebih heboh lagi, foto-foto lamanya dengan dia sewaktu masih pacaran didelete semua. Bahkan ex pacarnya, menjadikan foto mesra berdua dengan pacar barunya sebagai profil foto di facebook.

Deuuuhhh…bingung..

Saya tahu gimana perasaan Ami, tapi bingung juga mau komentar apa.

Secara, yang namanya Facebook itu kan punya pribadi masing-masing, jadi orang mau apa aja atas situsnya ya ga ada yang ngelarang. Apalagi yang menyangkut masalah foto pribadi…

Mau hot…

Mau belerekan..

Mau sendiri

Mau norak

Ya sah-sah aja..kalo mau melihat ya silahkan, kalo engga ya engga usah dilihat.

Tapi demi ngelihat sikap Ami yang semakin menangis tersedu-sedu saya jadi kasihan juga dan ikutan sedikit geram dan memaki (tapi tentunya dalam hati .he..he).

“Kok tega-teganya sih, memasang foto berdua di profil facebook padahal tahu bener ada seseorang yang bakalan nangis darah kalo ngelihat foto yang begitu itu. Mbok ya toleran dikit napa?”

Tapi kalo dipikir-pikir saya kok jadi ngga adil banget ya?

Kalo undang-undang aja gak ada yang ngelarang buat kebebasan berekspresi, kenapa harus ada perasaaan-perasaan yang tidak ada kepentingannya yang melarang seseorang untuk mengungkapkan rasa cinta, kekaguman, keindahan kepada orang lain

Coba apa pentingnya…. So what gitu lho..

Apalagi hanya sekedar mantan…ngga lebih. Tentu saja ngga ada hak buat ngelarang-larang
Saya sendiri sih engga ada pacar, jadi belum pernahlah yang namanya pasang foto pacar atau foto berdua dengan pacar. Entah nanti, mungkin saya akan berbuat yang sama. Namanya juga lagi jatuh cinta, atau cinta setengah mati sama seseorang. Pengin rasanya semua orang tahu kalo dia milik saya…

Yang lain pada ngontrak kali..

Tapi mungkin juga saya engga pasang-pasang foto berdua. Alesannya : malu, iya kalo jadi beneran? Kalo trus ntar putus? Musti hapus-hapusin, musti ganti, seperti ada infotainment dadakan yang kemudian nanya-nanyain kenapa, gimana, ngapain putus?…..

Weleh…ribet banget ya..

Ada banyak alasan mengapa orang meng upload foto pribadi berdua dengan pasangan di jejaring sosial dan menjadikannya sebagai foto profil.

Ada yang emang sengaja pamer atau manas-manasin seseorang biar orang tertentu tahu dan sakit hati. Mungkin buat nunjukin ke khalayak, kalo ini lho..kita udah berdua..udah punya pacar..udah merit..

Tapi ada juga yang emang sekedar pengin berbagi kebahagian aja.

Gak ada maksud ingin menyakiti atau melukai siapapun.

Btw, balik lagi ke soal Ami..

Saya sendiri sebenernya cukup ngerti dengan perasaannya, karena saya juga pernah mengalami hal yang sama dengannya.

Gimana sih rasanya ngliat orang yang dicintai tiba-tiba fotonya terpampang manis di profile yang setiap saat bisa muncul di wall kita. Berdua lagi…tapi sama orang lain…

Tapi gimanapun juga, status Ami kan sekarang “hanya” sebagai mantan pacar.

Gak lebih dan gak kurang…

Dan sebagai “mantan” rasanya gak ada hak apapun buat melarang, marah, bahkan buat cemburu atau kecewa sekalipun.

Meski sakitttt banget..ya harus ditelen bulat bulat
Meski sebenarnya si pemasang foto profil juga bukan karena unsur kesengajaan bermaksud menyakiti siapapun. Tapi secara ngga sadar ada beberapa pribadi yang tersangkut perasaannya yang tentu aja bakalan menyimpan perih yang dalam …deuhh bahasanya..

Lalu apa salah? Ya engga lah…emang begitulah adanya. Yang tersakiti ya harus menerima kenyataan apa adanya.

Buat saya saat ini : Saya lebih nyaman memasang foto yang bersifat umum di profil facebook saya, entah nanti suatu saat bagaimana kalo saya punya pacar serius, apa saya juga akan mengupload foto-foto pribadi berdua di situs jejaring sosial itu ya?

Apapun nanti yang saya lakukan semoga tindakan saya gak akan pernah menyakiti hati siapapun bahkan ketika saya mulai memutuskan berdua dengan seseorang



read more "Terimakasih untuk tidak memasang Foto Berdua pada Foto Profil di Facebook."

Blog Archive

 

Beauty Case Copyright 2009 Fashionholic Designed by Ipietoon Blogger Template Sponsored by web hosting